Ratusan K2 Diduga Palsu Dikumpulkan

96

Hari Ini Mulai Verifinasi Faktual

JEPARA–Sebanyak 200 CPNS honorer kategori dua (K2) yang diduga palsu dikumpulkan di Pendapa Kabupaten Jepara oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Jepara kemarin. BKD dan ombudsman memberikan pengarahan kepada mereka menjelang verifikasi faktual K2 yang bakal dilakukan mulai besok.
Dalam kesempatan tersebut, juga dihadiri perwakilan dari UPT Pendidikan masing-masing kecamatan dan ombudsman RI perwakilan Jawa Tengah (Jateng). Kepala BKD Kabupaten Jepara, Abdul Syukur menyatakan, verifikasi akan dilakukan empat hari berturut. ”Tiap hari akan dilakukan verifikasi 50 honorer K2 yang diduga palsu,” kata Syukur kemarin.
Sementara itu, Ketua Ombudsman RI Perwakilan Jateng, Ahmad Zaid mengingatkan kepada honorer K2 yang diduga palsu. Jika merasa dokumen memang palsu untuk segera mengundurkan diri. Karena hal tersebut dapat menimbulkan ancaman pidana terhadap yang bersangkutan, jika tidak memenuhi syarat dan lolos seleksi pemberkasan.
”Saya tegaskan kembali, ada ancaman hukum pidana kepada K2 yang tidak betul-betul memenuhi syarat dan melakukan pemberkasan. Hukumannya maksimal 6 tahun penjara,” ungkapnya.
Dia menandaskan, dalam penanganan kasus K2 tersebut, pihaknya tidak bermain dengan honorer yang diduga palsu. Pihaknya menekankan agar tidak percaya jika ada oknum yang mengaku ombudsman bakal meloloskan tahap verifikasi faktual dengan meminta sejumlah uang.
Sementara Wakil Bupati Jepara, Subroto dalam kesempatan tersebut menekankan, verifikasi faktual ini untuk membuktikan honorer K2 yang diduga palsu, memang benar-benar palsu ataukah tidak.
”Pada dasarnya verifikasi faktual ini untuk mengetahui asli ataukah palsu. Jika memang K2 asli kenapa harus takut? Kita masih memegang azas praduga tak bersalah,” tuturnya. (him/lin/ida)