Lebih Dekat dengan Komunitas Flag Football Semarang

Nama Indonesian Flag Football Association atau IFFA Regional Semarang barangkali masih asing di telinga Anda. Padahal komunitas ini sudah berdiri sejak 2010. IFFA adalah wadah bagi pencinta olahraga Flag Football asal Amerika. Seperti apa?

AHMAD FAISHOL, Jagalan

SELAIN sepak bola dan futsal, ada lagi olahraga yang mirip keduanya. Namanya Flag Football. Dalam olahraga asal Amerika ini, masing-masing tim berjumlah 8 pemain. Di Semarang sendiri, olahraga ini mulai sering dimainkan warga sejak Januari 2010. Kemudian para pencinta Flag Football membentuk IFFA Regional Semarang pada April 2010.
Kordinator IFFA Semarang Yoga Aditya Ika Mahardika menceritakan, olahraga ini kali pertama dikenalkan di Semarang oleh Agraha Dwita dan ketiga temannya. Saat itu, mereka hanya iseng bermain lempar-tangkap bola di kampus. ”Kemudian mereka membentuk sebuah komunitas setelah menemukan sebuah informasi di internet tentang olahraga Flag Football,” ceritanya.
Agraha Dwita dan temannya lantas mencari orang yang mau diajak bermain olahraga ini. Setelah terbentuk tim, mereka pun mengikuti berbagai pertandingan persahabatan dengan tim-tim Flag Football luar kota dan saling tukar ilmu. Akhirnya, mereka kembali ke Semarang dengan membawa ilmu untuk mengembangkan olahraga baru ini. ”Kini jumlah anggotanya mencapai 80 orang yang aktif. Jika dihitung semuanya mencapai 100 lebih,” katanya.
Untuk mempromosikan olahraga ini, Yoga mendatangi sekolah-sekolah dan kampus. Tidak hanya dari kalangan anak muda, orang tua pun bisa bergabung. Untuk lebih mengenalkan olahraga baru ini, digelar liga antartim di Kota Semarang. Selain itu, juga aktif mengikuti kompetisi tingkat nasional.
”Kami pernah mengikuti turnamen nasional sebanyak empat kali. Prestasi yang tertinggi adalah pada tanggal 16-18 Mei lalu kami meraih juara I nasional dalam National Friendly Game III yang digelar Lapangan Yonif 400 Banteng Raider, Semarang. Kami berhasil menang 13-12 melawan tim Jakarta yang selalu menjadi pemenang dalam ajang-ajang sebelumnya,” ujar Yogi bangga.
Selain melalui kompetisi nasional, IFFA Semarang juga mengikuti turnamen IFFA College yang mempertemukan tim-tim Flag Football antarkampus. ”Mewakili Universitas Diponegoro Semarang, kami berhasil mencapai perempat final,” katanya.
Untuk latihan, mereka menetapkan jadwal setiap Sabtu sore. Tempatnya berpindah-pindah mulai GOR Tri Lomba Juang (sekarang sudah dibongkar, Red), Lapangan Pancasila Simpang Lima, serta lapangan Widya Puraya Kampus Undip Tembalang. ”Untuk tempat berkumpul menyesuaikan. Bisa di kafe ataupun tempat lainnya yang enak,” imbuhnya.
Dikarenakan masih baru, Yoga mengakui untuk memajukan olahraga ini perlu upaya keras. Meski begitu, banyak manfaat yang didapat jika bergabung dengan olahraga yang satu ini. Misalnya, menambah teman dan bisa untuk menyalurkan hobi dan bakat yang terpendam. ”Siapa pun bisa ikut. Asalkan punya baju dan sepatu olahraga. Tidak harus memiliki badan atletis ataupun badan besar. Olahraga ini bisa diikuti semua kalangan umur,” katanya.
Dalam waktu dekat, IFFA Semarang akan mengirimkan empat anggotanya untuk mengikuti seleksi tim nasional (timnas) Flag Football yang akan bertanding di Kuala Lumpur, Malaysia. Besar harapan mereka dapat membawa nama harus Indonesia. ”Kami berharap ke depannya olahraga ini dapat terus berkembang, sehingga dapat masuk KONI dan SEA Games. Untuk tingkat Semarang, kami berharap olahraga ini dapat dijadikan ekstrakurikuler bagi siswa sekolah dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di kampus-kampus sehingga perkembangannya semakin cepat,” harapnya. (*/aro/ce1)