Petani Merugi, Ikan Bantuan Hanyut

28

KAJEN-Ribuan ikan nila siap panen, bantuan Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Kabupaten Pekalongan untuk ratusan warga Desa Mulyorejo dan Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, hanyut terbawa banjir. Setelah lahan persawahan yang dialihfungsikan menjadi tambak tersebut dilanda banjir rob pada Senin (26/5) siang kemarin.
Salah satu korban banjir adalah Warnoto, 47, warga Desa Jeruksari RT 03 RW 03, Kecamatan Tirto. Penerima bantuan 1000 ikan nila dan jaring ini mengungkapkan bahwa banjir air rob yang terjadi di Desa Jeruksari seminggu lalu menghanyutkan sebagian besar ikan nila miliknya.
“Meski jaring sudah dipasang pada semua sisi, namun ikan tetap bias keluar dan hanyut karena derasnya banjir rob. Kami tidak hanya rugi tenaga, tapi juga rugi uang untuk beli pakan. Belum lagi, hutang belum terbayar, meski ikan, jala dan sebagian pakan sudah dibantu,” kata Warnoto sambil menunjukkan lokasi tambaknya yang menyatu dengan tambak milik petani lain.
Warnoto mengakui belum berpengalaman dalam mengelola ikan tambak. Pihaknya tidak meninggikan jarring yang dipasang kayu penahan pada tiap sisinya, sehingga ketika banjir datang banyak ikan yang hanyut. Namun demikian, masih tersisa ikan untuk dipanen.
”Kalau ikannya masih kecil, mungkin tidak apa-apa. Karena biaya yang dikeluarkan belum banyak. Namun ketika sudah agak besar, bisa melompat dan alhamdulillah tidak semua hanyut. Puluhan ekor masih tersisa, kalau dipancing,” lanjut Warnoto.
Hal senada diungkapkan, Pengurus Kelompok Petani Ikan, Makmur Mina, Carmadi, 47. Warga Desa Mulyorejo RT 09 RW 02, Kecamatan Tirto ini juga mengaku rugi dengan hanyutnya ikan bantuan tersebut. Pasalnya, untuk mempercepat pertumbuhan ikan, pihaknya memberikan pakan tambahan secara rutin. ”Rencana akan panen bulan depan dan uangnya buat bayar kuliah anak dan bayar hutang. Saya berhutang untuk menambah jumlah ikan dan pakan. Tapi sebagian ikannya justru hanyut,” ujar Carmadi yang bingung dengan hutangnya.
Kepala Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Daryono menjelaskan ada lebih 300 warga yang mendapatkan bantuan DPK, berupa ikan dan jala. Sebagian besar ikan bantuan itu, disebar pada 125 hektare lahan sawah yang tidak produktif dan dialihfungsikan menjadi tambak. ”Sebagian besar ikan bantuan hanyut. Karena itu, saya akan mengusulkan adanya bantuan lagi, agar petani tidak putus asa,” jelas Daryono.
Sementara itu, Kepala DPK Kabupaten Pekalongan, Teguh Iryanto, turut prihatin dengan adanya musibah banjir rob tersebut. Pihaknya akan segera mengevaluasi di lapangan. ”Penerima bantuan ikan nila sudah kami latih, bagaimana mengolah lahan. Namun kalau terjadinya musibah banjir rob, akan segera kami evalusi untuk mengatasi kejadian ini,” tutur Teguh. (thd/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here