Perjuangkan Pemekaran Pucang Gading

212

Fahrudin Bisri Slamet, Anggota DPRD Demak Terpilih dari PDIP

FAHRUDIN Bisri Slamet kembali terpilih sebagai anggota DPRD Demak untuk kali ketiga. Dalam pileg 9 April 2014 lalu, ia mampu meraih suara tertinggi dibanding caleg yang lain. Yakni, sebanyak 15.133 suara dari dapil Kecamatan Mranggen dan Karangawen. Tentu, ini menjadi prestasi sekaligus membuktikan bahwa kiprah yang bersangkutan selama ini dapat diterima dengan baik di masyarakat.  
Pria kelahiran Semarang, 11 Februari 1971 ini memang sudah lama berkecimpung di dunia politik. Karena itu, suami Budi Mulyaningsih ini telah banyak makan asam garam atau memiliki pengalaman yang mumpuni dalam karir politiknya. Ia kader tulen sekaligus pejuang partai berlambang moncong putih yang dipimpin Megawati Soekarno Putri tersebut. Karirnya dirintis dari bawah, tak heran pengaruhnya cukup membumi di kalangan konstituen PDIP.
”Sejak lulus SMA, saya sudah menjadi aktivis PDIP. Saya memang dari muda senang PDIP lantaran kagum dengan Bung Karno selaku pendiri bangsa ini,” ungkap Slamet, ayah dari Muhamad Budi Fahrizal, Iqbal Bayu Krisna dan Tasya Ayu Artamevia ini.
Dengan semangat perjuangan Bung Karno itu, ia pun terinspirasi secara terus-menerus memperjuangkan masyarakat, utamanya kaum lemah atau miskin. Berkat kegigihannya dalam berorganisasi itu, pada 2007 Fahrudin Bisri Slamet mulai duduk di struktural partai. Slamet mengawali menjabat sebagai Ketua Ranting PDIP Desa Bandungrejo, Kecamatan Mranggen. Kemudian, Ketua PAC PDIP Mranggen selama dua periode. Dalam perkembangannya, ia dipercaya menjabat sebagai Sekretaris DPC PDIP Demak (2010-2015).
Pada pemilu legislatif 2004, ia mencalonkan diri sebagai caleg dan akhirnya terpilih sebagai anggota DPRD Demak periode 2004-2009. Selanjutnya, ia juga kembali dipilih sebagai anggota dewan periode 2009-2014. ”Karena terpilih lagi, ini berarti yang ketiga kalinya saya sebagai anggota dewan,” jelasnya.
Selama menjadi anggota dewan, Slamet tercatat sebagai anggota Komisi C, kemudian Sekretaris Komisi D, Ketua Komisi C serta Ketua Fraksi PDIP.
Lantas apa yang akan diperjuangkan lagi setelah terpilih lagi untuk kali ketiga sebagai anggota DPRD Demak periode 2014-2019 ini? Slamet mengungkapkan, di wilayah Mranggen masih diperlukan adanya penataan agar tidak terlihat kumuh.
”Saya akan terus memperjuangkan pemekaran wilayah Pucanggading  dan Batursari. Di kawasan ini sudah kelebihan penduduk. Akibatnya, pelayanan pada masyarakat tidak maksimal. Sebelumnya, kita sudah perjuangkan lewat Fraksi PDIP dan berkoordinasi dengan pihak eksekutif. Karena itu, ke depan pemecahan wilayah ini harus tuntas,” katanya.
Menurutnya, dengan pemecahan itu, Pucanggading bisa menjadi kelurahan dan Batursari menjadi desa. ”Ada sekitar 20 ribu lebih penduduk, sehingga sudah wajib dimekarkan,” imbuh dia.
Selain itu, Slamet juga akan memperjuangkan adanya SMKN di Mranggen. Di Kecamatan Mranggen belum ada SMKN. Padahal, wilayahnya sangat luas dengan penduduk yang melimpah. Sebetulnya, kata dia, di Desa Kebonbatur telah ada fasilitas dari pengembang perumahan, yakni alokasi untuk pendirian lembaga pendidikan. ”Rencana pendirian SMKN ini sudah kita rembuk dengan paguyuban warga Pucanggading dengan pihak pengembang. Harapannya, tanah yang ada bisa dihibahkan untuk pendirian SMKN. Sebab, syarat mendirikan SMKN harus ada ketersediaan lahan yang memadai. Kita juga sudah koordinasi dengan pemkab dan provinsi, ” ujar Slamet.
Di Mranggen saat ini juga perlu adanya sarana olahraga seperti gedung olahraga (GOR) mini. Gedung serbaguna itu bisa dimanfaatkan masyarakat untuk aktivitas olahraga. Menurutnya, alokasi lahan juga sudah tersedia di Desa Kebonbatur dan Desa Sumberejo. ”Selama ini masih banyak warga yang memanfaatkan sarana olahraga di Semarang. Karena itu, Mranggen sudah saatnya dibangun GOR mini,” ujar Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kecamatan Mranggen ini. (hib/aro/ce1)

Tinggalkan Komentar: