Perjuangkan Hak Warga Miskin

131

Marwan, Anggota DPRD Demak Terpilih dari Partai Gerindra

MARWAN adalah anggota DPRD Demak periode 2014-2019 terpilih dalam pileg lalu. Pria kelahiran Demak, 3 Februari 1968 ini baru kali pertama terpilih. Ia pun siap mengemban amanah sebagai wakil rakyat dari Partai Gerindra untuk daerah pemilihan (dapil 2) Mranggen dan Karangawen.
Marwan yang dalam pemilu 9 April lalu meraih 5.507 suara ini mengungkapkan, sebetulnya menjadi anggota dewan seperti itu bukanlah sesuatu yang hebat. Sebaliknya, yang hebat adalah jika bisa memperjuangkan hak-hak konstituen yang telah memilih dan mengantarkannya untuk duduk sebagai anggota legislatif. Karena itu, kata dia, setidaknya ada tiga hal utama yang menjadi prioritas untuk diperjuangkan di kursi parlemen nanti. Yakni, infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.
Untuk infrastruktur, di wilayah Kecamatan Mranggen dan Karangawen hingga kini masih ada jalan yang belum ter-cover betonisasi, utamanya yang menjadi akses ekonomi masyarakat, termasuk petani. ”Kondisi jalan yang baik itu penting untuk menunjang kelancaran ekonomi warga,” ujar suami dari Sri Mas’udah dan ayah lima anak: Aisy Rinjani, Abas Prasojo, Muhamad Haekal, dan Rizka-Rizki (kembar) tersebut.
Selain infrastruktur, dalam bidang pendidikan perlu dimaksimalkannya program bantuan pemerintah untuk bantuan siswa miskin (BSM). Sejauh ini, kata dia, BSM belum sepenuhnya tepat sasaran. Sebab, di lapangan masih dijumpai siswa yang orang tuanya relatif kaya masih ada yang mendapatkan dan menerima BSM. Ini bisa dilihat dari sekolah yang siswanya banyak, maka yang menerima BSM juga banyak.
”Mestinya yang memperoleh BSM seperti ini adalah mereka yang betul-betul miskin dan sangat membutuhkan bantuan itu. Masih banyak siswa miskin yang justru tidak ter-cover BSM. Sebaliknya, yang siswa kaya dapat. Karena itu, pendistribusian BSM harus proporsional,” katanya saat ditemui di rumahnya Desa Kangkung, Kecamatan Mranggen.
Di bidang kesehatan, perlu adanya pembelaan pada warga miskin. ”Jangan sampai orang miskin tidak bisa berobat. Untuk mengurus fasilitas jaminan kesehatan di Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS) harus dipermudah dan jangan dipersulit. Artinya, masyarakat miskin bisa mengakses BPJS sesuai yang diharapkan,” imbuh Marwan.
Dia menuturkan, berdasarkan pengalamannya, masih ada warga miskin yang terpaksa pulang lagi dari rumah sakit lantaran tidak dapat kamar rawat inap untuknya. Padahal, pasien tersebut mau menjalani operasi.
Marwan mengatakan, di wilayah Kecamatan Mranggen dan Karangawen, setidaknya 40 persen penduduknya masih tergolong miskin. Mereka tidak punya akses pekerjaan sehingga menjadi pengangguran. ”Jadi, memperjuangkan warga miskin sudah menjadi kewajiban saya, termasuk saat menjadi anggota dewan nanti,” jelasnya.
Marwan sempat aktif sebagai anggota Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPW PKB Jateng era Abdul Kadir Karding (2004). Setelah itu, pernah menjadi salah satu Ketua DPC PKB Demak (2006). Sedangkan, sebelum nyaleg melalui Partai Gerindra, ia pernah menjadi pengurus PKNU Demak.
”Saya pernah memiliki pengalaman, yakni lolos seleksi sebagai asisten anggota DPR RI dari PKB, Pak Mufid Busyairi. Namun, karena ketika itu belum punya ijazah S1, akhirnya saya gagal jadi asisten,” kata Marwan sembari tertawa. (hib/aro/ce1)