Penderita Lupus Capai 200 Orang

179



SOLO-Berdasar data yang dimiliki Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi Solo tercatat 200 orang penderita penyakit Lupus. Penyakit ini menyerang usia produktif dan disebabkan oleh genetis penderita. 
Penegasan ini diungkapkan dokter penyakit dalam RSUD Dr Moewardi, Arief Nurudhien, kemarin. Dikatakan pula, pasien Lupus biasanya menyerang perempuan pada usia produktif.
“Pasien kebanyakan perempuan usia produktif dari 18-40 tahun. Penyakit ini auto imune, di mana sel darah putih justru menyerang tubuhnya sendiri, sel darah putih ini tidak tahu mana penyakit yang harus diserang,” terangnya di Bangsal Melati RSUD Dr Moewardi, kemarin (28/5).
Dirinya mengatakan, penyakit Lupus tidak bisa disembuhkan. Namun tidak dapat menular karena dipengaruhi genetis. Jumlah penderita Lupus pada zaman dulu tidak terlalu banyak karena tidak tahu mengenai penyakit ini. Tetapi setelah ditemukan ilmu dan alat pemeriksanya, perkembangan sangat pesat. “Penyakit ini seperti fenomena gunung es. Tidak terlalu banyak di permukaan tapi penderita yang belum terdeteksi diperkirakan jauh lebih banyak,” jelasnya.
Dia mengutarakan, gejala terlihat tergantung faktor lingkungan. Serangan sinar matahari, infeksi, obat-obatan dan kelelahan fisik dan pikiran menjadi faktor pemicu munculnya penyakit ini. Namun gejala munculnya dalam waktu yang berbeda-beda. Tergantung faktor pemicu tersebut.
Arief menambahkan, terdapat 11 kriteria tanda orang terkena penyakit Lupus. Seperti bercak kemerahan di wajah, tidak tahan jika terkena sinar matahari. Nyeri sendi juga salah satu tanda Lupus dan masih banyak lagi. Jika 4 dari 11 kriteria dialami, maka hampir dipastikan terserang Lupus. 
Adapun pengobatan juga tergantung penderita. Jika penderita lebih tenang, tidak panik dan sabar menghadapi cobaan, maka penyakit bisa lebih dikendalikan. Dia kembali menjelaskan, dalam rangka memperingati Hari Lupus Sedunia, pada 31 Mei, RSUD Dr Moewardi akan menyelenggarakan talk show tentang penyakit tersebut dengan melibatkan para penderita. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan semangat bagi penderita untuk tetap bersemangat dalam memerangi penyakitnya.
“Ada sekitar 400 peserta penderita Lupus, dari Solo dan luar kota. Selain itu juga akan terlibat dari kalangan medis, serta pejabat pemerintah terkait,” ujar Arief yang menjabat ketua panitia acara Hari Lupus Dunia yang digelar di RSUD Dr Moewardi.
Sementara itu, petugas humas RSUD Dr Moewardi, Nuryani menyatakan, kegiatan gathering ini akan diadakan di dua tempat. Untuk talkshow dipusatkan di ruang Sekar Jagad lantai III, sedangkan pameran karya penderita Lupus ditempatkan di Gedung Nusa Indah Gedung Parang Kusumo lantai III. Keduanya berada di kompleks RSUD Dr Moewardi. “Acaranya akan dihadiri lebih dari 350 orang dari pelaku kesehatan, penderita, keluarga dan masyarakat umum,” kata dia. (din/mas/ida)