Liyangan Longsor, Satu Tewas

72

TEMANGGUNG—Upaya menggali situs Liyangan oleh warga setempat, kemarin, justru menggundang bencana. Seorang warga tewas, setelah tertimbun longsoran pasir dan batu di kawasan situs yang terletak di Dusun Liyangan, Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo.
Polsek Ngadirejo yang menangani kasus ini, mengevakuasi korban ke Puskesmas Ngadirejo. Korban tewas bernama Sutaryo, 56, warga Dusun Sengganen RT 03/RW 04, Desa Campursari, Kecamatan Ngadirejo. Ia tewas saat tengah mengambil pasir di lahan milik Juwono, di tepi sebuah tebing, setinggi 13 meter lebih.
Kejadian bermula sekitar pukul 06.00, Rabu (28/5) pagi. Sutaryo bersama istri, tiba di kawasan galian, di lereng Gunung Sindoro. Korban yang biasanya berangkat pukul 08.00, langsung menggali pasir dan batu. “Kejadian longsornya pukul 06.30, kata Pramono, 57, saksi mata warga Liyangan.
Tebing setinggi 13 meter di bagian luar situs, mendadak ambruk dan menimpa tubuh Sutaryo. Tumpukan batu dan pasir membenamkan tubuh korban cukup dalam. Sang istri, yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian, shock melihat suaminya tertimbun material longsoran. “Kami langsung meminta bantuan warga untuk evakuasi,” terangnya.
Tebalnya tumpukan batu dan pasir yang menimpa tubuh Sutaryo, menyulitkan warga sekitar untuk mengevakuasi tubuh korban. Penggalian terhadap tubuh Sutaryo, butuh waktu cukup lama.
Warga melaporkan kejadian itu ke Polsek Ngadirejo. “Benar, bahwa kami telah mendapatkan laporan tersebut dan langsung menuju lokasi,” kata Kapolsek Ngadirejo AKP Marino mewakili Kapolres Temanggung AKBP Dwi Indra Maulana.
Marino menjelaskan, setelah berhasil mengangkat tubuh korban, ia dan warga membawa jenazah korban ke Puskesmas Ngadirejo. Tujuannya, untuk dilakukan visum et repertum. Hasil visum menyimpulkan bahwa korban tewas karena kesulitan bernafas saat tertimbun pasir. “Pihak keluarga menandatangani (surat pernyataan) untuk tidak dilakukan otopsi.”
Hasil visum luar menunjukkan korban menderita luka sobek di kaki kanan selebar 7 sentimeter; dan dibetis kiri sepanjang 11 sentimeter. Korban juga menderita luka memar pada bagian punggung. Juga luka-luka pada bagian kepala. “Korban dibawa kembali oleh keluarganya. Ini kejadian kecelakaan murni.”
Untuk mengamankan lokasi, petugas telah memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian. Garis polisi juga dipasang di kawasan galian. Pihak keluarga langsung memakamkan korban ke tempat pemakaman umum di Desa Campursari, Kecamatan Ngadirejo, yang berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian.
Sementara itu, istri korban masih tampak shock. Hingga kemarin siang, ia belum sadarkan diri. Pihak keluarga juga tampak berduka. Ironisnya, kepala desa setempat tidak bersedia memberikan keterangan untuk mengkonfirmasi kejadian tersebut.
Informasi yang dihimpun koran ini, situs Leyangan yang berisi kumpulan candi, sedang dalam tahap penggalian oleh dinas terkait. Tepatnya, dinas kepurbakalaan. Meski begitu, warga setempat, dizinkan untuk menggali secara manual. Sebagian warga yang menemukan peninggalan purbakala itu, menyimpannya di rumah. (zah/isk)

Tinggalkan Komentar: