Lima Menit untuk Seting Robot Line

TEMANGGUNG—Puluhan pelajar SMP di Kabupaten Temanggung, kemarin, mengikuti lomba robot line follower analog yang digagas SMK Negeri Bansari. Tujuan lomba, upaya merangsang kemampuan para siswa untuk mengolah robot.
Ketua Panitia Lomba, Ari Nur Cahyani, menuturkan, selain lomba robot line follower analog, juga ada lomba lainnya. Antara lain, grafiti, pidato dalam bahasa Inggris, mading, kebersihan, dan lainnya.
Namun, dari sekian banyak lomba, robot line follower analog paling diminati. Sebab, jenis lomba itulah yang paling menantang dan membuat peserta penasaran.
“Lomba ini baru pertama kali. Tapi, antusiasme anak-anak SMP sudah terlihat. Mereka dengan serius mengikuti jalannya lomba pada peringatan ke-6 SMK Bansari,” tuturnya.

Priyo Nugroho, salah satu juri lomba robot mengatakan, semua peserta diwajibkan menyeting sendiri robot yang akan dilombakan.
“Semua komponen robot dari kami. Para peserta, dengan bimbingan anak-anak SMK Bansari, menyeting, bagaimana caranya robot bisa melintasi rute (line) yang panjangnya kurang lebih 7 meter yang sudah tersedia,” terangnya.
Kriteria penilaian meliputi dua kategori. Yakni, ketepatan menyeting robot dan kecepatan robot melaju di lintasan. Menurut Priyo, jika penyetingan dilakukan secara sempurna, maka robot akan berjalan lebih cepat.
“Yang jelas, pada lomba ini, dinilai kecepatannya. Nantinya, robot hasil setingan siswa SMP akan diadu. Bagi robot yang bisa menyelesaikan dalam satu rute lebih cepat, itu yang menjadi juara,” jelasnya.
Dikatakan, peserta berasal dari SMP Remaja Parakan, SMP Muhammadiyah Temanggung, SMP Negeri 2 Kledung, SMP Negeri 2 Ngadirejo dan MTsN Parakan. Pemenangnya, siswa SMP Negeri 2 Ngadirejo. Mereka menyabet juara pertama, diikuti MTSN Parakan, dan SMP Remaja Parakan. “Semua peserta berhasil menyeting robot berjalan di atas lintasan, namun robot milik anak-anak SMP Remaja paling cepat, sehingga mereka meraih juara pertama,” tandasnya.
Kepala SMK Negeri Bansari Nur Jati menambahkan, tujuan lomba—selain untuk meningkatkan kemampuan mekatronika siswa—juga untuk menarik minat anak-anak SMP untuk mempelajari robot lebih lanjut.
“Kami akan buka jurusan baru, yakni multimedia, harapannya bisa mencetak siswa-siswa yang berprestasi di bidang multimedia,” harapnya.
Andi Kismanto, siswa SMP Remaja yang menjuarai perlombaan menuturkan, awalnya kesulitan menyeting robot. Setelah mendapat bimbingan dan cara penyetingan yang benar, dalam waktu lima menit, bisa menjalankan robot di atas lintasan.
“Baru pertama kali, jadi cukup sulit, tapi Alhamdulillah saya bisa memenangkan perlombaan ini,” ujarnya senang.
Menurut Andi, lomba jenis ini sangat menarik. Selain bisa menambah ilmu dan wawasan, juga bisa untuk bermain. “Ini yang saya senangi, selain senang bisa bermain, juga bisa mendapat ilmu baru,” pungkasnya. (zah/lis)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here