Kuncinya Bangun Komunikasi

112

Afif Nurhidayat, Anggota DPRD Kabupaten Wonosobo Terpilih dari PDIP

SAAT ini, Afif Nurhidayat tercatat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Wonosobo. Ia sudah hampir 15 tahun menjadi anggota DPRD Wonosobo sejak 1999. Pemilu legislatif 9 Juli lalu, masyarakat kembali memberi kepercayaan kepada dirinya untuk kembali menjadi wakil rakyat.

Afif Nurhidayat termasuk kategori anak muda yang lahir dari era reformasi. Karir politiknya terus mentereng. Hal ini ditandai dengan prestasinya yang selalu terpilih dalam ajang Pemilu Legislatif sejak 1999.
Memulai karir politik dengan menjadi anggota biasa di PDI Perjuangan. Sebelum berkiprah dalam politik, alumnus Fakultas Dakwah Institut Ilmu Alquran (IIQ) – sekarang Universitas Sains Alquran (Unsiq) Wonosobo—pada 1995 ini, juga sempat menjadi guru di MTs Ma’arif Selomerto selama 6 tahun. Kemudian, pada 1999, berkat kinerjanya di PDIP, dia dipercaya partainya untuk menjadi calon legislatif melalui Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Leksono, Sukoharjo dan Watumalang. Hasilnya, dia terpilih dan menggemban jabatan sebagai wakil rakyat periode 1999-2004.
Lima tahun berikutnya pada Pemilu 2004, Afif kembali dipercaya untuk menjadi calon legislatif. Kali ini, daerah pemilihannya berpindah di Kecamatan Kaliwiro-Wadaslintang dan Kalibawang. Hasilnya, Afif kembali terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Wonosobo periode 2004-2009.
Setelah sepuluh tahun mengabdi sebagai wakil rakyat, PDIP kembali memberi kepercayaan kepada Afif untuk kembali nyaleg lewat dapil yang sama, yakni Kaliwiro-Wadaslintang dan Kalibawang. Lagi-lagi, Afif lolos ke gedung parlemen. Alhasil, ia pun kembali menjabat sebagai wakil rakyat untuk masa jabatan 2009-2014. Bahkan pada pemilu legislatif 9 Juli lalu, Afif kembali terpilih sebagai anggota dewan, namun lewat dapil berbeda. Ia maju sebagai caleg di Kecamatan Kepil dan Sapuran.
Dari empat pemilu yang pernah dilewati itu, Afif punya cerita menarik. Bagaimana dia melakukan pendekatan kepada masyarakat, hingga dirinya sampai 4 periode berturut-turut terpilih menjadi wakil rakyat. Afif mengaku bisa mencalonkan diri sebagai anggota legislatif lantaran mendapatkan kepercayaan dari PDIP. Ia mendapat mandat untuk memperjuangan nasib wong cilik.
”Saya bisa maju kemudian dipilih oleh masyarakat, karena saya mendapat mandat dan kepercayaan dari partai,” kata pria kelahiran 25 Noveber 1970 ini.
Afif mengakui, perjuangan untuk menjadi wakil rakyat, utamanya dalam mendapatkan dukungan rakyat, tentu harus melewati berbagai tantangan. Apalagi, dirinya sempat berpindah dapil sampai tiga kali. ”Tentu karakter masyarakat di setiap daerah pemilihan berbeda, tugas kita belajar menggali harapan masyarakat terhadap DPRD,” ujarnya.
Untuk mampu memahami harapan masyarakat, Afif mengaku terus menjalin komunikasi secara baik terhadap masyarakat. Tidak hanya saat akan pemilihan, namun hubungan itu dibangun dengan dasar silaturahmi yang kuat. ”Intinya, bagaimana masyarakat membutuhkan tenaga dan pikiran kita,” katanya.
Suami dari Dyah Retno Sulistyowati mengaku, dalam menggali harapan masyarakat terhadap DPRD, dia aktif berkunjung ke masyarakat, terlibat dalam dengar pendapat sekaligus menggali harapan. Dari situ, ia membuat perencanaan pembangunan bersama masyarakat. ”Setelah ada perencanaan, saya berupaya mengawal dan mengusulkan dalam penganggaran pembangunan daerah, semua proses itu, bersama bersama masyarakat,” bebernya.
Dalam menggali harapan itu, selain melalui konsolidasi melalui parpol, fungsi Afif juga berupaya selalu hadir dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrengbangdes). Melalui media ini, dia memahami tahapan rencana pembangunan dari tiap desa yang diwakili. ”Kehadiran kita dalam Musrengbang ini menjadi kunci, karena dari situlah kita bisa menakar kebutuhan masyarakat dalam proses pembangunan,” katanya. (sumali ibnu chamid/aro/ce1)

Tinggalkan Komentar: