Komplotan Palu Maut Dibekuk

177


PEDURUNGAN – Komplotan spesialis pecah kaca atau palu maut yang kerap beraksi di Kota Semarang berhasil dibekuk Unit Reskrim Polsek Pedurungan. Dua pelaku berhasil dibekuk, dan tiga lainnya masih buron. Komplotan ini kerap beraksi di sejumlah titik Kota Atlas, dengan sasaran mobil di pinggir jalan atau depan rumah.

Pelaku yang ditangkap adalah Maryoto, 34, warga Dukuh Kedungwungu, Tegowanu, Grobogan serta Muslih, 27, warga Karangawen, Demak. Selain spesialis palu maut, Maryoto Cs kerap mencuri di rumah kosong. Mereka menjalankan aksinya secara bersama-sama.

Maryoto mengaku baru dua kali beraksi pecah kaca di Jalan Supriyadi, Semarang. Ia selalu berdua dengan rekannya mengendarai sepeda motor. Ia bertugas berjaga-jaga di atas motor sambil mengamati lokasi sekitar. ”Dua kali ini pecah kaca mobil,” akunya.

Sebelum memecah kaca, keduanya berputar-putar untuk menentukan sasaran. Begitu melihat di dalam mobil ada tas, keduanya berhenti. Setelah memastikan kondisi aman, mereka langsung beraksi. ”Dilempar kacanya, begitu retak langsung didorong untuk ambil barang,” imbuhnya.

Kelompok ini sangat profesional dalam menjalankan aksi pecah kaca. Mereka selalu beraksi cepat, agar aksinya tidak tepergok sang empunya mobil. Pelaku juga bisa meredam alarm di kendaraan. ”Hanya butuh waktu sekitar 5 menit sekali beraksi,” tambahnya.

Kapolsek Pedurungan AKP Hendrawan Hasan mengatakan, tersangka dibekuk setelah petugas menyelidiki sejumlah kasus palu maut. Ia mengaku masih mengejar tiga pelaku lain yang belum tertangkap. Terakhir, Maryoto Cs memecah kaca mobil milik Rebung Pasudan, 58, di Jalan Sendang Sari Utara IX No 133, Kalicari, Pedurungan. ”Identitas (pelaku yang buron) sudah kami kantongi, anggota masih melakukan pengejaran,” katanya.

Hendrawan menambahkan, Maryoto Cs juga terlibat aksi pembobolan rumah. Dari pengakuannya, Maryoto beberapa kali membobol rumah di daerah Pedurungan dan Tembalang. Polisi masih mengembangkan dugaan lokasi lain. ”Maryoto Cs ini sudah profesional, mereka selalu ”bermain” bersama-sama,” tambahnya.

Pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman maksimal sembilan tahun penjara. Dari tangan mereka diamankan sejumlah barang bukti hasil kejhatan. Yakni laptop merek Acer, power bank, kacamata, ponsel, kamera dan iPad. (fth/ton/ce1)