Koleksi Batik 10 Daerah

87

KAIN batik sepertinya telah menjadi bagian hidup dari Yuni Dwijayanti.
Yuni –nama intimnya— mengaku mengoleksi batik sejak beberapa tahun lalu dengan jumlah koleksi yang bisa dibilang lengkap. ”Saya punya sekitar 70 potong kain dan baju batik dari sekitar 10 daerah di Indonesia, di antaranya batik Tasikmalaya, Banjarnegara, Semarang, Pekalongan, Solo, Madura, dan Jambi,” katanya kepada Radar Semarang.
Kecintaannya terhadap batik bertambah ketika alumnus Hubungan Internasional Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta ini menjadi marketing manager Batik Jayakarta Semarang. Bagi dara kelahiran Jakarta, 27 Juni 1986 ini, batik lebih dari sebuah karya seni.
”Sejak saya kerja di Batik Jayakarta Semarang, saya menjadi tambah cinta sama kain batik. Menurut saya, kain batik itu adalah kain yang sakral dan mempunyai ciri di setiap daerah. Batik juga sebuah warisan budaya dari nenek moyang yang harus dilestarikan,” ucap penyuka bakso ini.
Yuni mengaku, pernah mendapat komplain dari ibundanya karena membeli batik dengan harga jutaan rupiah. Koleksi batiknya paling murah seharga Rp 50 ribu, sedangkan yang paling mahal sampai Rp 4 juta. ”Yang harga Rp 4 juta itu yang dikomplain ibu saya,” kata gadis yang pernah menjadi Public Relations Kampoeng Semarang ini sambil tersenyum.
Ke depannya Yuni mengaku ingin mengajak masyarakat untuk lebih mencintai batik. Selain itu, dalam waktu dekat, pihaknya akan menggelar batik fashion week di kawasan Kota Lama Semarang. ”Saya ingin mengubah image generasi muda kita yang menganggap kain batik itu kuno. Justru kita harus bangga mengenakan batik,” kata dara asli Betawi ini. (den/aro/ce1)

Tinggalkan Komentar: