BANDUNGAN-Harga komoditas sayuran terutama cabe dan onclang di Kabupaten Semarang anjlok. Harga di tingkat petani untuk cabe keriting dari Rp 25-35 ribu turun menjadi Rp 4 ribu per kilogram. Akibatnya banyak yang merugi karena hasil panen tidak sebanding dengan biaya produksi.
Menurut Rugimin, 41, warga Piyoto, RT 5 RW 6, Kelurahan/Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, turunnya harga cabe membuat sejumlah petani merugi. Sebab biaya produksi setiap 1.000 meter persegi minimal Rp 5 juta. Sementara hasil panen saat dijual tidak dapat menutup biaya produksi tersebut.
“Turunnya harga cabe sudah berlangsung satu bulan lebih. Cabe keriting yang biasanya Rp 35 ribu turun menjadi Rp 4 ribu. Selain itu sayuran onclang dari harga Rp 5.000 turun menjadi Rp 1.500-2.000. Cabe jenis sret dari Rp 50-60 ribu anjlok menjadi Rp 9-10 ribu per kilogramnya. Sekalipun harganya rendah tetap kami panen, agar kerugiannya tidak terlalu besar,” tutur Rugimin, Kamis (29/5) kemarin.
Rugimin menengarai turunnya harga cabe dan komoditas sayur lainnya disebabkan karena melimpahnya stok di terminal Agrobisnis Bandungan sebagai sentra penjualan komoditas sayuran. Sebab di pasar khusus sayuran tersebut juga masuk komoditas sayuran dari daerah lain di sekitar Bandungan.
“Kalau harganya terus turun, sudah tentu kami akan merugi. Kami harap beberapa minggu ke depan harga membaik. Karena masih ada sisa tanaman yang bisa dipanen, harapannya bisa menutup biaya produksi. Istilahe bak buk antara biaya produksi dengan hasil panen agar tidak rugi terlalu banyak,” ungkapnya.
Petani lainnya di Bandungan, Lestari, 40, warga Gintungan, Bandungan mengatakan bahwa kerugian petani selain karena harganya turun juga disebabkan serangan hama. Sebab memasuki pergantian musim sehingga banyak tanaman yang terkena penyakit.
“Tidak hanya persoalan harga yang turun, kami juga kerepotan mengatasi masalah hama dan penyakit tanaman sayuran. Saat ini yang kerap muncul penyakit kuning pada onclang, sehingga tanaman rusak dan tidak bisa panen,” tutur Lestari.
Lestari berharap pemerintah turut membantu mengatasi hama dan penyakit serta masalah harga. Sehingga petani tidak merugi ketika tiba-tiba terjadi penurunan harga. (tyo/ida)