Gaji Pelaut Indonesia Rendah

630

BENDAN DUWUR – Dunia pelayaran hingga kini masih menjadi pekerjaan yang menjanjikan karena penghasilannya besar. Tak heran banyak lulusan SMA maupun SMK yang berbondong-bondong mendaftar ke sekolah pelayaran.
”Telah terbukti jumlah pendaftar yang ingin menjadi pelaut di Akpelni dan AMNI pun setiap tahun juga mengalami peningkatan bahkan melebihi kuota,” kata Direktur Akademi Pelayaran Niaga Indonesia (Akpelni) Djayari.
Hanya saja, tingginya penghasilan tersebut hanya bisa diraih pelaut yang bekerja di kapal barang luar negeri. Menurut Pembantu Direktur I Bambang Murdjito, saat ini mencari pelaut atau perwira yang andal di Indonesia tidaklah mudah, karena mereka cenderung lebih senang bekerja menjadi pelaut kapal barang luar negeri. ”Masalah minimnya gaji yang didapat di Indonesia membuat para pelaut di negeri sendiri berkurang,” ungkap Bambang.
Dikatakan, banyak taruna lulusan Akpelni yang menjadi pelaut dan memilih bekerja di luar negeri dengan gaji dolar Amerika Serikat. Hal ini sebagai gambaran bahwa SDM pelaut asal Indonesia juga berkualitas dan masih dibutuhkan di Eropa.
”Meski masih ada pelaut di bagian Anak Buah Kapal (ABK) yang bekerja tidak disiplin sehingga sering dianggap SDM pelayar kita kurang baik. Hal-hal kecil ini yang semestinya perlu dibenahi. Kalau di Akpelni kedisiplinan tetap kami utamakan sejak masuk menjadi taruna baru,” ungkapnya. (mg1/ton/ce1)

Silakan beri komentar.