Empat Truk Obat Ilegal Dimusnahkan

TAWANGSARI — Ribuan obat tradisional ilegal yang tidak memiliki izin edar, tidak memenuhi syarat, serta membahayakan kesehatan masyarakat dimusnahkan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Semarang kemarin (28/5). Obat tradisional sebanyak empat truk itu merupakan barang yang disita saat dilakukan razia. Pemusnahan dilakukan di depan kantor BPOM Semarang Jalan Madukoro, Kota Semarang.
Pemusnahan dilakukan secara simbolik dengan membakar obat tradisional ilegal dalam bentuk sachet dan menuang obat tradisional ilegal dalam bentuk cair. Sementara ribuan barang bukti yang lain dimasukkan ke dalam empat truk besar dam dimusnahkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang Kota Semarang. Hadir dalam pemusnahan pejabat dari Kejati Jateng, kepolisian, Satpol PP Provinsi Jateng, Dinas Kesehatan, serta Kanwil Bea Cukai Jateng dan DI Jogjakarta.
Obat tradisional ilegal senilai Rp 227,5 juta itu berbentuk tablet, pil, minyak oles, jamu tradisional, kosmetik, serta dalam bentuk cair. Sedangkan kemasan produk  berjenis obat kuat yang dimusnahkan rata-rata bergambar vulgar.
Kepala BPOM di Semarang Agus Prabowo mengatakan, barang yang dimusnahkan terdiri atas 3.470 botol dan 924 sachet yang disita dari sebuah gudang di daerah Tlogosari Semarang. Kemudian 1.035 kemasan , lalu obat tradisional dan kosmetik terdiri atas 660 tablet, 4.291 sachet dan 1.993 botol yang merupakan hasil pengawasan rutin tahun 2012/2013 lalu juga turut dimusnahkan. ”Pengawasan terhadap peredaran obat dan kosmetik ilegal dilakukan rutin sejak 2012-2013. Dan itu semua jenis obat herbal hingga obat modern,” katanya.
Pemusnahan tersebut, kata dia, dilakukan untuk melindungi masyarakat dari bahaya obat-obatan ilegal ini. Selain itu, pemusnahan juga bertujuan untuk meningkatkan mutu produk baik yang diproduksi maupun yang beredar di Jateng. ”Kami harap dengan pemusnahan ini, masyarakat akan lebih berhati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan khususnya obat tradisional yang tidak memiliki izin edar. Selain itu, bagi produsen juga diharapkan akan memperbaiki produksinya demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Diakui Agus Prabowo, hingga saat ini produk kosmetik maupun obat kuat ilegal masih banyak beredar di masyarakat. Obatan-obatan tersebut banyak ditemui di kios penjual obat kuat yang biasanya berada di pinggir jalan raya. Salah satu hal yang paling terlihat dari obat kuat ilegal adalah bentuk kemasannya. ”Untuk obat kuat, hampir semua kemasan bergambar vulgar yakni pria atau wanita telanjang,” katanya.
Selain itu, kata dia, dalam obat kuat mengandung sildenafit sitrat yang fungsinya untuk mempertahankan ereksi lebih lama. Harusnya pembuatannya dengan pengawasan dokter. ”Tetapi, yang terjadi hal itu tanpa ada pengawasan dari dokter, sehingga efeknya pembuluh darah akan meningkat. Akibatnya, pembuluh darah akan pecah dan terancam terkena stroke,” ujarnya.
Selain memusnahkan ribuan obat tradisional yang tidak memiliki izin edar dan memiliki kandungan bahan kimia berbahaya tersebut, pihak BPOM juga mengamankan satu orang tersangka berinisial HD, 36, warga Semarang. HD nantinya akan diproses secara pro justisia karena telah melanggar ketentuan pasal 196 dan atau pasal 187 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. ”Ancamannya penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp1,5 miliar,” katanya.
Kabag Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan BPOM Semarang Zeta Rina mengatakan, selain tidak memiliki izin edar, ribuan obat ilegal yang disita oleh BPOM tersebut mengandung bahan kimia berbahaya seperti Sildenafil, Fenilbutazon dan Prednison. Jika dikonsumsi tanpa resep dokter dan digunakan secara masif, maka akan memberikan efek buruk bagi penggunanya.
”Ini kandungan yang berbahaya bagi tubuh manusia jika tidak sesuai resep dokter dan tidak sesuai takaran. Biasanya orang yang mengonsumsi obat yang mengandung bahan kimia ini akan mengalami pengeroposan tulang,” bebernya. (hid/aro/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here