Dorong Pengembangan Ekonomi Rakyat

16

Hj Ida Nur Sa’adah, SPdI, MH, Anggota DPRD Provinsi Jateng Terpilih dari PKB

HAJJAH Ida Nur Sa’adah, SPdI, MH terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Jateng dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dalam pencalonan legislatif 9 April 2014 lalu, ia berjuang di daerah pemilihan (dapil) Jateng 2, meliputi Kabupaten Demak, Jepara dan Kudus. Jerih payahnya berbulan-bulan untuk mendekati konstituen akhirnya menuai hasil maksimal. Ia mampu meraih sebanyak 64.665 suara.
Seperti diketahui, Ida Nur Sa’adah sebelumnya telah dua kali menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Demak periode 2004-2009 dan 2009-2014. Kini, ia giliran mendapat amanat sebagai wakil rakyat di DPRD Provinsi Jateng. Nur Sa’adah telah banyak makan asam garam di lingkup kedewanan maupun perpolitikan di daerah. Di Demak, ia termasuk tokoh senior yang cukup disegani di partai berlambang bintang sembilan besutan para kiai ini.
Nur Sa’adah tercatat pernah menjabat sebagai Ketua DPC Pergerakan Perempuan Partai Kebangkitan Bangsa (PPKB) Demak (2002-2007), Wakil Ketua DPW PPKB Jateng dua periode (2007-2017), Wakil Ketua DPC PKB Demak dua periode, Wakil Ketua DPW PKB Jateng, Ketua Fraksi PKB DPRD Demak, dan Ketua Komisi D DPRD Demak (2009-2011). Sedangkan, pengalaman organisasi, Ida Nur Sa’adah pernah menjabat sebagai Ketua PC Fatayat NU dua periode (1996-2002), Wakil Ketua PW Fatayat NU Jateng dua kali (2002-2010), Pengurus PP Fatayat NU (2010-2015), PW Muslimat NU Jateng (2010-2015), Ketua DPC Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati Demak (2009-2014), Wakil Ketua Badko TPQ Kabupaten Demak dan seabrek pengalaman organisasi lainnya.
Sebagai anggota DPRD Provinsi Jateng terpilih, istri H Saronji Dahlan ini siap memperjuangkan berbagai bidang demi kesejahteraan masyarakat di dapil tempat ia terpilih. Di bidang ekonomi misalnya, ia akan berupaya ikut mendorong pemerintah memperhatikan ekonomi kerakyatan. ”Kita perlu mempromosikan produk-produk lokal. Sebab, potensi ekonomi kerakyatan yang bisa dikembangkan  ini sangat melimpah, termasuk industri rumah tangga dan industri kreatif lainnya,” kata ibu dari M. Subchi Sa’dullah, SSi, MSc (alumnus King Fahd University of Petroleum and Minerals, Dhahran, Arab Saudi), Muhammad Muslihuddin, dan Harizatuz Zakiyyah ini.
Menurutnya, untuk meningkatkan ekonomi rakyat itu, dibutuhkan pemberdayaan, dan pelatihan yang intensif bagi warga, utamanya pemberdayaan bagi kalangan perempuan. ”Mereka butuh pendidikan life skill agar pengangguran ini berkurang,” ujarnya. 
Sebagai perempuan dan seorang ibu, Ida juga merasa khawatir dengan kondisi para remaja sekarang. Menurutnya, masalah atau perilaku remaja cukup memprihatinkan. Karena itu, butuh perhatian serius semua kalangan, khususnya kalangan orang tua. ”Pemerintah harus ikut campur tangan dalam memberdayakan para orang tua ini. Sebab, orang tua ini ujung tombak pendidikan di lingkungan keluarga dalam mendidik anak-anak mereka. Generasi muda harus diselamatkan,” katanya.  
Ida menjelaskan, fenomena prilaku remaja rata-rata sudah di atas ambang batas kewajaran. Berdasarkan data yang ia ketahui, terbilang sekitar 70 persen para remaja diketahui hamil di luar nikah. Fenomena tersebut  antara lain bisa dilihat dari catatan Kantor Urusan Agama (KUA). ”Ini persoalan serius yang harus ditangani bersama-sama. Semua pihak harus terlibat membenahi degradasi moral ini. Kita melihat anak sekolah setingkat SMP pun  sudah mengenal ciuman di sekolah. Mereka menganggap hal itu biasa,” ujarnya mengingatkan.
Untuk membentengi perilaku remaja yang cenderung menyimpang ini, maka perlu adanya penekanan pentingnya pendidikan agama di sekolah. Terlepas dari masalah itu, Ida Nur Sa’adah juga mengatakan, untuk membangun infrastruktur di daerah, penggunaan anggaran berapa pun jumlahnya mestinya dapat dimaksimalkan dan tepat sasaran sesuai kebutuhan.  
”Anggaran bantuan gubernur (bangub) yang dikucurkan ke daerah selama ini sebetulnya cukup besar. Pada 2012 saja, bangub untuk Demak mencapai Rp 93 miliar. Hanya saja, anggaran itu selama ini terlalu banyak untuk normalisasi sungai. Seharusnya bisa digunakan untuk infrastruktur yang lain,” jelas dia. 
Terkait dengan kesehatan, Ida Nur Sa’adah menuturkan, hingga kini tingkat kematian ibu dan anak masih cukup tinggi. Pun, dengan fenomena kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami perempuan juga terus meningkat. ”Bagaimana ke depan kita di DPRD Provinsi ini bisa ikut mendorong terciptanya lingkungan keluarga yang betul-betul maslahah dan terbina dengan baik, sehingga angka perceraian bisa turun,” harapnya. (hib/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here