Direktur BPR Wajib Kantongi Sertifikat

25

SEMARANG – Sertifikat profesi menjadi salah satu syarat bagi banker yang menjabat sebagai direktur dan komisaris Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Hal ini guna meningkatkan kompetensi di bidang yang dikerjakannya.
Ketua Persatuan BPR Indonesia (Perbarindo) DPD Jateng, Arif Budiarto mengatakan bahwa kewajiban mengantongi sertifikat bagi direktur dan komisaris BPR itu telah diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selama proses sertifikasi, ucapnya, terdapat banyak hal yang dipelajari oleh para calon direktur dan komisaris BPR. OJK misalnya, memberikan pendidikan integritas pada para peserta sertifikasi. Sehingga para banker di BPR bisa mendalami industri perbankan dan mengelola bisnis tersebut dengan baik.
Proses sertifikasi yang dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi LKM Certif itu berlangsung selama 17 hari dan diikuti 214 direktur dan komisaris BPR di bawah OJK wilayah Semarang, Solo, Tegal, Purwokerto, Jogjakarta, Bandung, dan Banjarmasin. 
Selain mengantongi sertifikat profesi, syarat lain untuk bisa menjadi direktur BPR juga telah diatur oleh OJK. Di antaranya pengalaman bekerja dan harus mengikuti fit and proper test. Hal ini tentu untuk lebih memastikan kelayakan calon direktur.
”Jadi seorang banker walau sudah mengantongi sertifikat profesi direktur dan komisaris BPR, sebelumnya tetap melewati seleksi oleh OJK untuk menjabat posisi tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Sertifikasi LSP LKM Certif, Rustam Effendi menyampaikan, dari 8.300 pemegang sertifikat profesi direktur dan komisaris BPR secara nasional di Jateng baru 19 persen yang sudah bersertifikat.
”Secara nasional tercatat 7.000 orang bersertifikat direktur, sedangkan 1.000 orang bersertifikat sebagai komisaris dan kepala cabang BPR. Sertifikasi ini merupakan model pengembangan industri BPR khususnya pada bidang peningkatan kompetensi SDM,” imbuhnya. (dna/ida/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here