Awasi Truk Galian C, Bangun Pos Pajak

23

MUNGKID—Untuk mengontrol truk pengangkut pasir, Pemkab Magelang membangun tempat pemungutan pajak mineral bukan logam dan batuan di tepi ruas jalan Magelang-Jogjakarta. Bangunan senilai Rp 4 miliar tersebut, juga berfungsi untuk meminimalisasi kerusakan jalan.
Rencananya, bangunan tersebut akan didirikan di lahan seluas 8.000 meter per segi. Persisnya, di sebelah selatan Jembatan Elo, di wilayah Desa Blondo, Kecamatan Mungkid. “Anggaran Rp 4 miliar sudah disiapkan untuk membangun sarana prasarana Rp 2,9 miliar. Sisanya, untuk pembebasan tanah,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Energi Sumberdaya Mineral (DPU ESDM) Sutarno, kemarin.
Menurut Sutarno, beberapa fasilitas yang akan dibangun di sana, mirip jembatan timbang. “Ada kantor, alat pengukur muatan, dan depo untuk menempatkan kelebihan muatan dari armada angkutan yang terbukti melanggar ketentuan tonase,” katanya.
Dikatakan, alasan pembuatan pos pemungutan pajak di lokasi tersebut, karena pos pemungutan pajak mineral bukan logam dan batuan di Pabelan, telah diminta kembali oleh Pemprov Jateng.
Untuk itu, kata dia, Pemkab perlu mencari lokasi pengganti. Pertimbangan lain, lokasi yang baru, dipandang cocok. Sebab, terletak di jalur utama angkutan bahan galian C dari berbagai area penambangan. “Sebagian besar angkutan pasir dan batu memang melewati jalur tersebut.”
Untuk diketahui, pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Magelang
dari galian C pada 2013 mencapai sekitar Rp 5 miliar per tahun. Namun, Pemkab menyatakan siap kehilangan sebagian pendapatan dari sektor penambangan. Sebab, hasilnya tak sebanding dengan dampak negatif yang harus ditanggung.
Bupati Zaenal Arifin mengatakan, pendapatan sebesar itu jauh dari cukup
untuk memperbaiki kerusakan lingkungan, akibat aktivitas penambangan yang tidak terkendali. Termasuk, kerusakan infrastruktur jalan yang terus-menerus dilewati truk pasir.
Meski begitu, Pemkab tak melarang warga yang mengandalkan
sumber nafkahnya dari aktivitas penambangan, sebagai sumber nafkah mereka. “Tapi, bukan lagi masuk dalam program potensial kami untuk meningkatkan PAD,” tandas bupati.
Terkait itu, pemkab menguatkan tekad untuk lebih meningkatkan PAD dari
sektor lain. Antara lain, mengoptimalkan sektor pariwisata, peternakan, pajak dan lainnya, termasuk usaha industri mikro kecil dan menengah. (vie/lis)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here