Anak Berkebutuhan Khusus Didata

WONOSOBO—Kader PKK diminta serius mengumpulkan data anak berkebutuhan khusus (ABK) yang belum bersekolah. Tujuannya, untuk menjawab kepercayaan yang diberikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, yang menggandeng PKK untuk melakukan updating data by name by address per ABK yang ada di lingkungan mereka.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wonosobo, Nyonya Aina Liza Kholiq Arif, saat membuka rapat koordinasi penguatan kelembagaan sekolah luar biasa melalui penyuluhan anak berkebutuhan khusus, kemarin, di Resto Ongklok.
Para kader PKK– mulai tingkat RW hingga tingkat kabupaten– diminta untuk sungguh-sungguh dan teliti mendata anak berkebutuhan khusus yang belum bersekolah.
Menurut Aina, perlu kerja sama dan kerja keras semua pihak agar para ABK bisa terawat dan mendapat haknya dengan baik. Sebab, ABK sama derajatnya dengan anak normal lainnya.
“Mereka memerlukan pendidikan yang setara. Untuk itu, kami meminta seluruh kader PKK memberi perhatian yang besar pada ABK usia 0 sampai 18 tahun yang belum sekolah agar mendapat hak pendidikan yang sama,” ujarnya dalam acara yang diikuti oleh para ketua PKK kecamatan dan ketua pokja tersebut.
Di Wonosobo, program penjaringan dan pendataan ABK yang belum bersekolah, merupakan tindak lanjut dari program yang sedang menjadi prioritas tim PKK kabupaten. Yakni, pelayanan anak usia dini holistik integrative. Program ini dilandasi pemikiran bahwa sejak lahir anak sudah harus dapat perlindungan termasuk ABK.
Aina berharap, setelah data terkumpul, maka dilanjutkan dengan peningkatan keahlian seluruh kader PKK dalam menangani anak yang dilahirkan kurang beruntung. Sehingga tidak ada lagi anak berkebutuhan khusus yang tidak mendapat perawatan sebagaimana mestinya di Wonosobo.
Kepala Seksi Pembinaan dan Evaluasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Marfuah, menyampaikan tujuan kegiatan ini untuk memberi pengetahuan kader PKK.
Utamanya, dalam mengenal, memahami, dan mengidentifikasi karakter dan perkembangan anak berkebutuhan khusus. Serta, menjaring data anak berkebutuhan khusus yang belum sekolah di wilayahnya masing-masing. (ali/lis)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here