2.893 Siswa SMP Terancam Putus Sekolah

120

KENDAL—Angka peserta didik untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, dari SMP sederajat ke SMA sederajat di Kendal masih cukup tinggi. Yakni mencapai 20 persen dari jumlah peserta didik yang dinyatakan lulus Unas.
Jika potensi 20 persen angka putus sekolah, siswa SMP untuk melanjutkan ke SMA, maka tahun ada sekitar 2.893. Angkat tersebut didapat dari jumlah siswa SMP sederajat yang mengikuti Ujian Nasional (Unas) tahun ini yang mencapai 14.461 siswa.
“Lulusan SD melanjutkan ke SMP itu 99,9 persen. Sisainya 0,1 persen kemungkinan melanjutkan, tapi tidak di Kendal, jadi kami tidak dapat mengidentifikasi. Sedangkan dari SMP ke SMA itu hanya 80 persen, sisanya tidak melanjutkan,” ujar Kepala Bidang Pendidikan Dasar Joko Supratikno.
Ia mengakui presentase 20 persen untuk jumlah peserta didik di Kendal tidak melanjutkan ke tingkat SMA memang sangat tinggi. Sebab satu sisi pemda Kendal dengan Perda nomor10 tahun 2012 telah mewajibkan wajib belajar pendidikan sekolah minimal 12 tahun.
Menurutnya, alasan tidak melanjutkan sekolah penyebab utamanya adalah biaya yang tinggi. Padahal, lanjut Joko, pemerintah telah memberikan subsidi melalui dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang diberikan kepada seluruh siswa baik swasta muapun negeri.
“Untuk pelajar SMA sederajat, pemerintah telah memberikan setiap siswa sebesar Rp 1 juta pertahun. Dengan dana tersebut, semestinya, sudah tidak ada lagi angka putus sekolah lantaran kesulitan biaya,” jelasnya.
Penyebab lain siswa SMP di Kendal tidak melanjutkan ke tingkat SMA adalah masih sedikitnya lembaga sekolah SMA di Kendal. Terutama SMA didaerah Kendal bagian atas, seperti Boja, Limbangan, Sukorejo, Plantungan dan Patean.
Dengan kata lain, siswa maupun orang tua kesulitan untuk menjangkau sekolah. Sebab, rata-rata sekolah SMA sederajat banyak berdiri didaerah bawah yang padat penduduknya. “Minimnya lemabag sekolah di daerah, juga menjadi pemicu siswa melanjutkan sekolah atau tidak,” tegasnya.
Dari data tersebut, Dinas Pendidikan Kendal, akan bekerja sama dengan kepala-kepala sekolah tingkat SMP sederajat untuk melaporkan para lulusannya. Hal itu untuk memastikan apakah ada siswa yang tidak melanjutkan ke tingkat SMA atau tidak.
“Sehingga jika ada siswa yang tidak melanjutkan, maka kami bisa pantau dan kami anjurkan untuk didaftarkan ke sekolah. Jika tidak mampu, maka kami wajibkan sekolah untuk memberikan beasiswa. Sebab setiap sekolah wajib membebaskan atau menggeratiskan 10 persen dari jumlah siswanya yang tidak mampu agar bisa bersekolah,” kata Kepala Disdik Kendal, Muryono. (bud)

Tinggalkan Komentar: