SEMARANG – Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) memperluas lapangan penumpukan (container yard). Hal ini guna mengantisipasi pesatnya perkembangan penggunaan peti kemas dalam pengiriman barang.
General Manajer TPKS Iwan Sabatini mengatakan saat ini mulai ada pergeseran pola handling. Barang yang dulu dikemas berupa general cargo sekarang dimuat dalam peti kemas. Hal ini menyebabkan aktivitas di terminal peti kemas kian ramai. “Otomatis pelabuhan yang dulunya tidak menangani petikemas sekarang mulai dituntut menangani peti kemas. Seperti Kumai dan beberapa pelabuhan di Pelindo III ini sekarang kian berkembang,” ujarnya, kemarin.
Pesatnya perkembangan penggunaan peti kemas ini juga menuntut adanya perluasan lapangan penumpukan. Termasuk halnya container yard yang dimiliki TPKS. Dari total 23 hektar kini mulai ditambah lagi 5,3 hektar. Pengerjaannya sudah mencapai sekitar 70 persen dan tahun 2015 diharapkan sudah bisa beroperasi.
Dengan adanya perluasaan container yard ini, lanjut Iwan, diharapkan dapat mengantisipasi melubernya pengiriman melalui peti kemas. “Kita melihat pasar dari penggunaan peti kemas ini cukup bagus. Kalau tidak diantisipasi dari sekarang. Jadi 5 tahun mendatang dalam kondisi pengiriman maksimal, TPKS sudah relatif aman,” tegasnya. (dna/smu)