Penyidikan Sarpras Hampir Rampung

86


PLEBURAN – Dugaan penyimpangan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan di Kudus pada 2004-2005, masih di tangan Kejati. Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jateng, Masyhudi, mengatakan, perkara itu hampir selesai.
”Sudah mau selesai (penyidikan, Red),” ungkapnya kepada wartawan, Senin (26/5).

Masyhudi meminta semua pihak untuk sabar menunggu. Meski sebelumnya pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Tengah tidak berkenan menghitung kerugian negara dalam kasus tersebut. Namun, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Tengah telah menghitungnya. ”Itu sebagai alat bukti ahli, jadi sangat diperlukan,” jelasnya.

Sekretaris Komite Pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah, Eko Haryanto menyatakan pihaknya akan terus mendesak Kejati supaya lebih aktif menyelesaikan kasus tersebut. ”Jangan sampai terhenti. Kasus ini harus tetap jalan,” tandasnya.

Seperti diketahui, kasus ini telah diselidiki Kejati sejak 2012 lalu. Kemudian meningkat statusnya ke tahap penyidikan pada Agustus 2013. (fai/ton/ce1)