Ganti Rugi Lahan Dipakai Bangun Ruko

22

Jalan Tembus Kartini-Gajah

SAMBIROTO — Pembangunan jalan tembus Kartini-Gajah selain sebagai pemecah arus lalu lintas Jalan Majapahit, ternyata juga berimbas terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Warga yang sebagian lahannya terkena dampak jalan tembus maupun yang berada di sisi kanan kiri jalan, mulai memanfaatkannya dengan membuka usaha.
Pantauan koran ini kemarin, sebagian bangunan warga yang terkena dampak proyek pembangunan jalan tembus sudah dibongkar. Bahkan sejumlah warga tengah sibuk melakukan renovasi atas sisa bangunan rumahnya. Dilihat dari bentuknya, bangunan tersebut akan dijadikan ruko alias rumah toko.
Seperti yang dilakukan oleh Sugiarto, 48, warga Jolotundo II RT 6 RW 2, Kelurahan Sambirejo, ini. Setelah menerima ganti rugi dari Pemkot Semarang atas lahannya seluas 48 meter persegi yang terkena proyek jalan tembus, ayah dua anak ini langsung membangun ruko di atas lahannya yang masih tersisa.
”Luas lahan saya keseluruhan sekitar 100 meter lebih, tapi yang terkena hanya 48 meter persegi, jadi masih ada sisa cukup luas. Jadi, saya manfaatkan sebagai ruko saja, dan tetap tinggal di sini,” ujar pria yang mengaku mendapat ganti rugi sektiar Rp 200 juta itu.
Diakui Sugiarto, banyak warga sekitar yang tidak pindah dan memanfaatkan sisa tanahnya sebagai tempat usaha. Menurutnya, dengan adanya jalan tembus ini, warga sangat diuntungkan. Karena kawasan tersebut bakal ramai dan sangat cocok untuk bisnis.
”Rata-rata warga yang masih memiliki sisa lahan di sini langsung membangun ruko dan tempat usaha menggunakan uang ganti rugi itu. Tapi, kalau yang lahannya terkena semua ya pindah,” kata pria yang sudah membongkar bangunan rumahnya yang terkena proyek itu.
Pegawai Dinas Pendidikan Jateng itu pun berharap pembangunan jalan tembus segera direalisasikan. Pihaknya mendukung pembangunan proyek ini, karena selain dapat mengurangi kemacetan di Jalan Majapahit, juga meningkatkan perekonomian warga.
”Selain itu, harga tanah di kawasan ini jadi naik. Perekonomian warga juga naik, yang tadinya belum bisa bangun rumah bagus sekarang bisa membangun,” tandasnya. ”Semoga jalan tembus ini segera dibangun, lebih cepat lebih baik,” ujarnya sembari tertawa.
Hal senada juga dikatakan warga Jolotundo II lainnya, Probo, 38. Lahannya yang terkena hanya seluas 9 meter persegi. Dari hasil ganti rugi itu, pihaknya langsung membangun ruko. ”Yang terkena memang sedikit, jadi masih ada sisa tanah. Sekarang saya sedang membangun ruko untuk tempat usaha saya. Pembangunan jalan tembus ini memang menguntungkan, saya bisa memiliki tempat usaha,” kata warga RT 4 RW 2 ini.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) proyek jalan tembus Kartini-Gajah, Sukardi, menyatakan, jika tidak ada kendala, akhir Mei ini lelang sudah selesai. Kalau tidak ada sanggahan, pihaknya segera membuat surat perintah kerja (SPK) untuk pemenang lelang. Sehingga pelaksanaan fisik bisa dimulai pada pertengahan Juni.
”Kami juga meminta warga yang sudah sepakat tapi belum membongkar bangunannya untuk segera membongkar. Kami akan membuat surat untuk warga yang belum membongkar rumahnya,” tandas Sukardi. (zal/aro/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here