Prio Utomo Budi Rahayu, Komunitas Pria-Pria Ber-KB

Komunitas Prio Utomo Budi Rahayu, merupakan kumpulan pria-pria ber-KB dengan  metode operasi pria (MOP) di Wonosobo. Cara ini dinilai sehat dan mampu menekan laju pertumbuhan penduduk. Seperti apa?

SUMALI IBNU CHAMID, Wonosobo

PULUHAN pria berbaju putih, kemarin pagi, memadati halaman Kelurahan Wonosari, Kecamatan Wonosobo. Umumnya, mereka sudah tergolong tua. Usianya, di atas 40 tahun. Mereka merupakan anggota Prio Utomo Budi Rahayu. Sebuah nama untuk kelompok pria yang melakukan vasektomi alias KB dengan metode operasi pria (MOP).
Jumlah anggota komunitas ini, tiap tahun terus bertambah. Banyak yang sudah sadar, bahwa vasektomi lebih sehat dan aman. Selain mampu menekan laju penduduk, sistem KB jenis ini dianggap tak membahayakan.
Menurut Jasro, 60, komunitas Prio Utomo Budi Rahayu sebenarnya sudah berdiri sejak 1989. Saat itu, sedikitnya 15 pria asal Kelurahan Wonosari melakukan vasektomi. Namun, saat itu belum diberi nama.
“Dari 15 orang itu, termasuk saya. Jumlah pria yang ber-KB kampung saya terus bertambah,” katanya.
Jasro memilih vasektomi, karena jumlah anaknya terus bertambah. Maklum, ia menikah muda. Dia berkisah, menikah sejak usia 18 tahun. Sedangkan sang istri, ketika itu, baru berusia 17 tahun.  Setelah berkeluarga, keduanya mempunyai 6 anak.
“Karena anak banyak, tentu kebutuhan ekonomi juga meningkat. Istri saya KB tapi tidak cocok, sehingga saya yang KB,” akunya.
Jasro meyakinkan, pria yang bervasektomi dijamin sehat. Selain mampu menekan jumlah penduduk, juga bisa berdampak pada kehidupan keluarga. “Istri juga tidak perlu KB, karena hubungan aman.”
Ketua Komunitas Prio Utomo Budi Rahayu, Abu Rohman mengatakan, jumlah anggota kelompoknya makin hari kian bertambah. Saat ini, jumlahnya mencapai 44 orang.  Melalui program kampanye yang dilakukan oleh anggotanya, tahun ini bertambah lagi sebanyak 17 orang.
“Hari ini (kemarin) ada pelayanan vasektomi di kelurahan, alhamdulillah warga pria banyak yang berminat,” tuturnya.
Dia berharap, melalui Prio Utomo, akan mendorong kesejahteraan tiap keluarga di kampungnya. Sekaligus, meningkatkan kesejahteraan dan mampu menekan laju penduduk di Wonosobo.
“Tujuan utamanya menjadi keluarga berencana, terencana secara ekonomi, kesehatan dan mampu menekan laju penduduk.”
Abu menjelaskan, pembentukan kelompok KB Prio Utomo Budi Rahayu tidak semudah yang dibayangkan. Diawali pada 1989, ketika pria yang harus menjalani vasektomi, masih harus ke sebuah rumah sakit swasta di Temanggung. “Pada awalnya, kami merasa malu ketika harus divasektomi,” cetusnya.
Namun, seiring bergulirnya waktu, perasaan malu tersebut justru berubah menjadi kebanggaan, karena merasakan bahwa pilihan tersebut membawa efek positif. Yakni, keberhasilan KB yang lebih terjamin. Sehingga membuat beban keluarga dalam mengasuh dan mendidik anak-anak mereka menjadi lebih ringan.
“Hingga pada 2012, kami secara resmi bersepakat untuk mendirikan paguyuban kelompok KB pria bernama Budi Rahayu,” tuturnya.
Dari semula hanya segelintir orang, kini Budi Rahayu telah memiliki 44 orang anggota. Selain berusaha untuk mengajak kaum pria untuk mengikuti jejak mereka, Budi Rahayu juga bergerak di sektor usaha ekonomi produktif, meliputi pertanian, peternakan, dan usaha las teralis. Hasilnya, komunitas ini menjuarai kelompok KB pria terbaik dan melaju ke tingkat nasional.
“Hari ini (kemarin), kami didatangi tamu juri dari tingkat nasional untuk kesuksesan KB pria,” pungkasnya. (*/lis)