Korban Melawan, Perampas Motor Tewas

138

Ditemukan 19 Luka Bacokan

GAJAHMUNGKUR — Pelaku perampasan motor satu ini kena batunya. Ia menjadi bulan-bulanan korbannya hingga tewas. Perampas motor nahas itu diketahui bernama Zhonathan Ivanqhow, 19, warga Jalan Dworowati VI RT 1 RW 9 Kelurahan, Krobokan, Semarang Barat. Ia ditemukan tewas berlumuran darah di Jalan Pawiyatan Luhur, dekat gerbang keluar kampus Unika Soegijapranata, Bandan Dhuwur, Semarang, Senin (26/5) dini hari sekitar pukul 01.45. Setidaknya 19 luka bacokan bersarang di tubuh pemuda apes tersebut. Sedangkan tiga temannya berhasil kabur, meski akhirnya berhasil ditangkap polisi selang beberapa jam kemudian.
Informasi yang dihimpun Radar Semarang menyebutkan, awalnya Zhonathan diduga sebagai korban pengeroyokan anggota geng motor. Namun belakangan, justru diketahui ia adalah pelaku perampasan motor. Hal itu terungkap setelah aparat Resmob Polrestabes Semarang berhasil mengamankan ketiga temannya. Yakni, Riko Putra Aji, 19, Petra Hendrawan, 19, dan Agus, 20, ketiganya warga Krobokan, Semarang Barat.
Untuk membuktikannya, anggota Resmob Polrestabes Semarang yang dipimpin Aiptu Djanadi dan Aipda Tony kemarin langsung melakukan pra rekonstruksi di lokasi kejadian. Hasilnya benar, justru Zhonathan Cs merupakan pelaku perampasan bersenjata tajam. ”Iya, sebenarnya kami mau merampas motor milik empat orang yang melintas. Tapi, mereka justru melakukan perlawanan,” kata Riko Putra Aji yang kemarin dihadirkan di lokasi pra rekonstruksi dengan tangan diborgol.
Riko menceritakan, awalnya ia dan tiga temannya mengendarai dua sepeda motor, yakni Honda Mega Pro dan motor matic melaju dari Sampangan menuju arah kampus Unika Soegijapranata, Semarang. Saat itu, Zhonathan membonceng Honda Mega Pro yang dikendarai Agus. Sedangkan Riko dan Petra berboncengan naik motor matic. Saat beraksi itu, mereka sudah menyiapkan senjata tajam dari rumah masing-masing. Zhonathan membawa celurit, sedangkan Riko membawa pedang.
”Sampai di lokasi, kami sempat memepet dua motor korban. Kami menodongkan sajam ke mereka. Kami memang sempat membuntuti dulu sejak dari Sampangan,” ujarnya.
Namun sial. Keempat korban justru melakukan perlawanan sengit. Bahkan, senjata tajam yang dibawa Zhonathan dan Agus beralih tangan. Sadar jika korbannya tangguh, Riko dan Perta memilih tancap gas meninggalkan lokasi. ”Saat itu, Zhonathan dan Agus tidak berhasil kabur. Keduanya akhirnya dikeroyok. Namun Agus berhasil melarikan diri,” katanya.
Zhonathan yang seorang diri terus menjadi bulan-bulanan. Ia sempat berlari ke depan rumah kos di dekat lokasi kejadian. Namun di halaman rumah kos yang berpaving, Zhonathan kembali dikeroyok. Dia berkali-kali dibacok dengan celurit dan pedang. Korban pun tewas terkapar dengan 19 luka bacokan. Sedangkan Agus yang mengalami luka bacok hingga kemarin masih dirawat di RSUP dr Kariadi. Setelah mengeroyok Zhonathan, keempat korban perampasan langsung pergi meninggalkan korban, serta barang bukti pedang dan sarung
”Korban ternyata otak perampasan. Kami juga masih mencari keempat pelaku pengeroyokan yang menyebabkan Zhonathan tewas,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono.
Petugas keamanan Unika Soegijapranata, Samudi, mengaku sebelumnya menduga Zhonathan adalah korban pengeroyokan berandal jalanan. Ia sendiri mengetahui kejadian itu setelah diberitahu seorang warga yang lewat di lokasi kejadian.
”Saya tidak tahu kejadian pastinya bagaimana. Ada seorang warga yang lapor kalau ada pemuda tergeletak di jalan. Saat itu, saya langsung mengecekanya, ternyata korban sudah tidak bernyawa,” kata Samudi kepada Radar Semarang.
Kapolsek Gajahmungkur Kompol Meiliyan Rahmadi mengatakan, Zhonathan dibacok dan dikeroyok ramai-ramai. Saat Zhonathan sudah tidak berdaya, kawanan pelaku kabur. Perampas apes itu menderita luka parah di bagian punggung, pinggang kiri, dan lengan.
Dari tempat kejadian perkara, pihaknya menemukan barang bukti pedang, sarung celurit, topi, dan sandal jepit. Pedang yang tergeletak di lokasi kejadian bahkan masih terdapat bercak darah segar. Saat itu,  jenazah korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara guna dilakukan otopsi. (fth/aro/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here