31.2 C
Semarang
Senin, 16 Desember 2019

Warga Lereng Sumbing Bentrok

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

Tawuran, Satu Rumah Rusak


TEMANGGUNG—Satu rumah rusak dan puluhan orang ditahan aparat Polres Temanggung, setelah terlibat tawuran warga di Desa Banaran, Kecamatan Bansari, Minggu (25/4) petang kemarin.
Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Yang pasti, dampak tawuran yang pelakunya membawa aneka senjata tajam, membuat suasana desa di lereng Gunung Sumbing mencekam.
Aksi tawuran terjadi antara warga Desa Banaran, Kecamatan Bansari, dengan warga Desa Kalikuto, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo. Bermula dari perkelahian biasa, saat menonton pertunjukan kuda lumping, akhirnya meluas hingga perkelahian masal.
“Jadi, awalnya karena perkelahian biasa saat menonton kuda lumping,” kata Kepala Desa Banaran, Wuryanto.

Ia membeber, kejadian bermula pada Sabtu (24/5) malam. Malam itu, saat pertunjukan kuda lumping di Desa Kentengsari, Kecamatan Bansari, warga Desa Kalikuto dengan warga Desa Banaran terlibat perkelahian kecil.
Lantaran tidak terima, warga Desa Kalikuto akhirnya datang kembali pada Minggu (25/5) siang kemarin. Mereka menumpang tiga mobil dan sejumlah motor untuk balas dendam.

Rumah milik Panggung Santoso, menjadi korban amukan massa warga Kalikuto. Akibatnya, rumah Santoso mengalami kerusakan cukup parah.
Tidak terima, warga Desa Banaran akhirnya mengumumkan melalui pengeras suara masjid telah terjadi tindak perusakan dan warga. Dampaknya luar biasa. Ratusan warga, baik dewasa dan remaja, keluar rumah. Mereka mengepung warga Kalikuto yang berada di tengah-tengah perkampungan warga.

Imbasnya, amarah warga untuk balas dendam tidak terbendung lagi. Warga melengkapi diri, dengan berbagai senjata tajam dan balok-balok kayu. Mereka bersiap melakukan aksi balasan.
Aparat dari kepolisian dan TNI yang mengetahui peristiwa itu, langsung bersiaga untuk mencegah aksi lanjutan. “Sebenarnya, ini hanya kesalahpahaman, yang berimbas meluas, dan melibatkan warga desa lain,” ucap Wuryanto.

Warga Desa Kalikuto yang telah terkepung di tengah perkampungan, akhirnya diamankan di rumah kepala desa setempat. Pengamanan dilakukan untuk menghindari amuk massa warga Banaran. Polisi dan TNI yang bersiaga di lokasi, langsung mengisolasi rumah kepala desa.
“Kami mencoba melakukan negosiasi,” terangnya.
Warga Banaran, menuntut tersangka mengganti rugi kerusakan rumah, senilai Rp 25 Juta, sesuai kesepakatan kedua belah pihak yang diwakili masing-masing kepala desa.
“Dalam perjanjian, Kepala Desa Candimulyo, Candiroto, Kalikutho, Kertek, Wonosobo bersedia mengganti kerugian, paling lambat tanggal 30 Mei mendatang. Ini juga sebagai langkah meredam amarah warga,” lanjutnya.

Sementara itu, pihak kepolisian menahan sedikitnya 22 warga Kalikutho yang turut serta dalam rombongan pengrusakan. Warga meminta mereka diproses hukum sesuai tindak kriminal pengrusakan tersebut.
Kini, kendaraan– berupa empat unit motor tersangka— disita oleh warga Banaran dan dititipkan di rumah kepala desa.

“Kami berharap warga tidak melakukan tindak anarkis balasan karena kami akan memproses tersangka sesuai dengan hukum yang berlaku. Jangan pula mudah terpancing emosi saat terjadi aksi-aksi lanjutan yang hanya akan memperkeruh suasana,” terang Kapolres Temanggung, AKBP Dwi Indra Maulana melalui Kapolsek Parakan, AKP Roeslan. (zah/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Roadshow Kampung Hebat Dipastikan Meriah

MANGUNSARI-Gelaran event Kampung Hebat yang diselenggarakan oleh Jawa Pos Radar Semarang dan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, memasuki babak baru. Yakni memasuki gelaran road show...

Lima Bulan, 52 Perkara dan 59 Pelaku Korupsi Disidangkan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, bakal kebanjiran perkara korupsi, pasca Lebaran 2018 ini. Pasalnya, terhitung lima bulan dari Januari hingga Mei 2018, perkara dari pelimpahan...

Petani Sayur Terancam Merugi

MUNGKID—Sejumlah petani di Kabupaten Magaelang terancam merugi akibat guyuran hujan abu vulkanik Gunung Kelud. Sayuran akan mati jika dalam waktu tertentu tidak diguyur air...

Rusunawa Bukan Gudang Barang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pengusiran 78 kepala keluarga (KK) warga Kampung Kebonharjo, Semarang Utara oleh pengelola Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Kudu, Genuk, membutuhkan solusi cepat. Sebab,...

More Articles Like This

- Advertisement -