Usulan Rp 232 Miliar Diprediksi akan Lolos

13

GUBERNURAN – Usulan dana perbaikan infrastruktur mendahului penganggaran sebesar Rp 232 miliar yang diajukan Dinas Bina Marga Jateng kemungkinan besar akan lolos. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyatakan usulan mendahului anggaran tersebut tidak memerlukan persetujuan dewan. Dana tersebut akan digunakan untuk perbaikan infrastruktur yang belum terakomodasi di APBD 2014.
“Kalau mendahului anggaran tidak pakai persetujuan (dewan), surat cinta saja ke sana,” ujar Ganjar usai membuka Konfernas II Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jateng di gedung Ghradika Bakti Praja, Sabtu (24/5). Dia mengaku sudah berkomunikasi informal dengan Komisi D DPRD Jateng dan prinsipnya dewan setuju karena percepatan pembangunan infrastruktur dianggap sebagai hal yang penting.
Sebelumnya rapat kerja Dinas Bina Marga Jateng dengan Komisi D DPRD Jateng, Senin (19/5) berlangsung panas. Sejumlah anggota dewan emosi karena dinas yang menjadi salah satu pelaksana tahun infrastruktur di Jateng tersebut mengajukan anggaran mendahului APBD Perubahan dengan jumlah fantastis. Komisi D akhirnya menolak pengajuan anggaran sebesar Rp 232,567 miliar tersebut.
Dalam rapat kerja tersebut, Dinas Bina Marga Jateng mengajukan 56 paket pekerjaan perbaikan jalan dan jembatan mendahului APBD Jateng Perubahan 2014. Nilainya mencapai total Rp 232,567 miliar. Jumlah tersebut terdiri dari peningkatan 30 ruas jalan sepanjang 44,8 kilometer sebesar Rp 182,678 miliar, perawatan 41 kilometer jalan dengan anggaran Rp 46,42 miliar, serta pembuatan 19 jembatan dan gorong-gorong senilai Rp 3,569 miliar.
Anggota Komisi D Hadi Santoso menganggap pengajuan tersebut merupakan sesuatu yang janggal. “Di APBD 2014 lalu, Dinas Bina Marga baru saja mendapatkan anggaran Rp 900 miliar lebih dan hingga saat ini realisasi pekerjaan baru tercapai 19 persen. Mengapa yang itu tidak dioptimalkan dulu dan malah mengajukan anggaran lagi,” kata politisi PKS tersebut. (ric/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here