Temanggung Tanpa KTR

56

TEMANGGUNG–Kawasan tanpa rokok (KTR) tidak akan didirikan di Kabupaten Temanggung, kecuali rumah sakit dan tempat ibadah. Temanggung akan dibebaskan untuk merokok di ruang publik, dengan tetap menghormati orang lain. Hal itu diterapkan mengingat Temanggung merupakan salah satu daerah penghasil tembakau dengan hasil emas hijau terbaik di Indonesia. Bahkan, tingkat dunia.
“Bebas merokok, kecuali rumah sakit karena tidak mungkin dan di masjid juga tidak boleh. Tetapi di luar hal itu saya izinkan untuk merokok,” kata Bupati Temanggung Bambang Sukarno di hadapan ribuan warga di Desa Kledung, Kecamatan Kledung, Sabtu (24/5) lalu.
Temanggung merupakan salah satu daerah penghasil tembakau sebagai bahan baku pembuatan rokok kretek. Ia mengatakan, Temanggung tanpa tembakau tidak mungkin. Saat ini, di Temanggung, memasuki tanam tembakau. Berdasarkan informasi, cuaca tahun ini bagus untuk tanaman tembakau. “Kami berharap dengan cuaca baik, mudah-mudahan tembakau juga baik dan harganya nanti juga baik seperti tahun 2011,” katanya.
Menyinggung ribuan PT Sampoerna yang mem-PHK ribuan karyawan, dia mengatakan, karena tidak ada kepastian hukum masalah aturan tembakau. “Sejumlah pabrik rokok juga gulung tikar, karena tidak ada kepastian hukum. Dalam hal ini kami akan berjuang terus sehingga PP Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Produk Tembakau Bagi Kesehatan sehingga bisa dihilangkan pasal-pasal yang menghambat masalah pertembakauan,” janjinya.
Ia mengklaim sudah bertemu dengan Mendagri untuk membicarakan masalah Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) dan dirinya meminta pemerintah untuk menolaknya. “Bahkan dalam suatu kesempatan di Jakarta, saya sampaikan Presiden agar jangan menandatangani FCTC dan kelihatannya beliau berkenan,” katanya. (zah/lis)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here