Pesta Ganja di Sawah, Disergap

UNGARAN–Oleh-oleh tidak selamanya menyenangkan bagi yang menerimanya. Bahkan dapat berujung masuk ke dalam penjara. Seperti yang dialami tukang sablon, Bambang Budi Wahana, 37, warga Dusun Danggi RT 4 RW 1 Desa Wonokerto, Kecamatan Bancak dan temannya Matkarni, 37, warga Tanjung Ratu, Desa Tanjung Ratu Ilir, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung yang bekerja sebagai sopir bus.
Keduanya diringkus aparat Satuan Narkoba Polres Semarang ketika sedang mengonsumsi oleh-oleh berupa dua linting ganja dari temannya yang baru pulang dari Jakarta. Dari tangan kedua tersangka, polisi menyita satu linting ganja, satu puntung bekas ganja yang telah diisap, serta dua buah handphone milik kedua tersangka. Keduanya selanjutnya digiring ke tahanan Mapolres Semarang untuk menjalani proses hukum.
Tersangka Bambang Budi dan Matkarni mengaku belum pernah mencicipi narkoba jenis ganja. Bahkan dirinya baru tahu bentuk ganja setelah mendapatkan oleh-oleh dari temannya satu desa yang baru pulang dari Jakarta. Ganja kering yang sudah dibuat lintingan berbentuk rokok itu kemudian dikonsumsi oleh Bambang pada 29 April 2014 lalu.
“Kebetulan ada teman satu desa yang baru pulang dari Jakarta, lalu saya diberi oleh-oleh dua linting ganja. Kemudian saya sama Matkarni ngisep bareng-bareng di sawah dekat rumah,” tutur Bambang saat gelar perkara di Mapolres Semarang, Minggu (25/5) kemarin.
Menurut Bambang, usai mengisap ganja, dirinya merasa selalu ingin berkarya. Bahkan, gambar-gambar dan kaligrafi selesai dibuatnya untuk dijadikan sablon. “Usai mengonsumsi, merasa lebih tenang dan muncul inspirasi untuk nyablon. Misalnya terakhir pakai 29 April itu, saya langsung ingin terus menggambar dan membuat kaligrafi,” tutur Bambang. “Kalau saya sih hanya ikut-ikutan saya,” timpal Matkarni .
Penangkapan kedua pengisap ganja itu berawal dari adanya informasi dari masyarakat yang masuk ke Satuan Narkoba Polres Semarang. Masyarakat mencurigai keduanya yang kerap ke sawah di Desa Wonokerto. Keduanya hanya nongkrong sambil mengisap rokok yang aneh. Polisi kemudian melakukan penyelidikan, dan mendapati kedua tesangka sedang mengonsumsi ganja.
“Kita dapat informasi ada dua orang di sawah yang mencurigakan. Setelah dicek ternyata dua orang tersebut sedang mengisap ganja. Selanjutnya keduanya kita tangkap pada 4 Mei 2014 pukul 19.30 lalu. Kami menemukan satu linting ganja, satu puntung bekas ganja yang telah diisap serta dua HP. Hasil tes urine keduanya juga positif mengonsumsi ganja,” kata Kasat Narkoba AKP Khuwat.
Keduanya akan dijerat pasal 111 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dan atau pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. “Mereka itu hanya pemakai saja,” ujar Khuwat. (tyo/aro)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here