Pesona Kebaya Encim

196

WONOSOBO – Kebaya encim merupakan jenis kebaya yang lahir karena akulturasi budaya Tiongkok. Karakter kebayanya yang anggun dan ngepop, mulai diminati perempuan di Indonesia. Dalam sejumlah acara pesta—seperti pernikahan atau jamuan makan malam–kebaya jenis ini kerap muncul digunakan oleh sosialita sebagai tren.
Salah satu produsen desain ini adalah Omah Tjilik House of Kebaya Wonosobo milik Alvin Aribowo Lee, yang sekaligus perancang. Belakangan, dia merasakan kebaya encim mulai kerap dipesan oleh para pengagum kebaya. “Cukup tinggi peminatnya, bahkan menjadi tren sosialita masa kini,” kata Alvin.
Perancang kebaya kelas nasional ini menuturkan, kebaya encim merupakan jenis kebaya yang lahir karena akulturasi budaya Tiongkok. Karena budayanya yang tua, kebaya khas Tingkok ini, menjadi salah satu budaya paling tua di dunia. “Sejak abad kedua Masehi. Bahkan, bisa jadi budaya Tiongkok memiliki wilayah penyebaran yang sangat luas,” ucapnya.
Alvin menyampaikan, penyebaran budaya Tingkok ini, dampak dari aktivitas pedagang melahirkan akulturasi budaya di daerah-daerah yang disinggahinya. Termasuk, Indonesia.
“Belasan abad, aktivitas perdagangan ini membawa peningkatan gelombang imigrasi bangsa Tionghoa ke tanah air Indonesia,” ujarnya.
Dampak dari akulturasi budaya ini, lanjut Alvin, hingga muncul kebudayaan baru. Budaya peranakan Tionghoa pada abad ke-15 Masehi. Budaya peranakan Tionghoa bisa dikatakan sebagai budaya yang cukup kompleks karena merupakan akulturasi budaya China dengan Jawa, Belanda, Inggris, Arab, India, Melayu, dan Portugis.
“Nah dari akulturasi itu, melahirkan kebaya encim. Paduan berbagai budaya, namun yang lebih dominan karakter budaya Tiongkok.”
Alvin menambahkan, saat ini ada lima desain yang dia tawarkan untuk kebaya encim. Meliputi encim hitam, kebaya berpotongan crop blouse dengan bordir floral baby pink dan hijau segar perpaduan kain sarung nyonya cina peranakan kuno dengan motif bunga buketan.
Encim merah, kebaya encim kerah setali dengan lengan pendek dihiasi bordir bunga yang menawan, dipadukan dengan kain pagi sore nyonya cina peranakan kuno dengan motif bunga buketan. Encim abu-abu, kebaya berkerah shanghai dengan bordir zig zag pada bagian kelim kebaya dikombinasikan dengan batik betawi motif ondel ondel Jakarta.
“Untuk encim putih,  kebaya broken white dengan bordir bunga dipadukan dengan kain batik modifikasi parang. Ikat stagen pada bagian pinggang menambah kesan muda dan ceria,” tandasnya. (ali/lis)