Pertengahan Juni Mulai Dibangun

76

“Rumah-rumah yang belum dibongkar, kami minta warga atau pemilik untuk segera membongkar sendiri.”

Sukardi
PPKom Proyek Jalan Tembus Kartini-Gajah

Jalan Tembus Kartini-Gajah

SAMBIREJO — Warga yang terkena dampak proyek pembangunan jalan tembus Kartini-Gajah, Kelurahan Sambirejo, Gayamsari diminta segera membongkar bangunan rumahnya sendiri. Sebab, pembangunan fisik akan dilaksanakan mulai pertengahan Juni 2014 mendatang.
”Proyek pembebasan jalan tembus Kartini-Gajah sudah dilakukan tahun 2013, namun ada beberapa yang belum terbebaskan, dan akan kita tindaklanjuti di perubahan anggaran 2014. Sedangkan pekerjaan fisik rencananya akan dilakukan pada pertengahan bulan Juni mendatang. Rumah-rumah yang belum dibongkar, kami minta warga atau pemilik untuk segera membongkar sendiri,” terang Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Pembangunan Jalan Tembus Kartini-Gajah, Sukardi, kepada Radar Semarang, kemarin.
Sukardi menambahkan, sebagian besar warga yang terkena dampak proyek memang sudah melakukan pembongkaran, namun ada sebagian warga yang belum melakukan dengan alasan tertentu. Meski begitu pihaknya belum melakukan pendataan jumlah rumah yang belum dibongkar.
”Secara umum (bangunan) sudah banyak warga yang menyesuaikan (membongkar rumah). Tapi ada beberapa warga yang belum menyesuaikan karena alasan tertentu. Jumlahnya berapa belum kita data. Kita akan segera buat surat yang isinya terkait pembongkaran rumah,” tegas Sukardi.
Kabid Pemanfaatan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Kota Semarang itu menyatakan, saat ini proses pembangunan fisik jalan tembus masih dalam tahap lelang. Akhir Mei atau awal Juni nanti diharapkan sudah diketahui pemenang lelang.
”Ini masih proses lelang, semoga akhir bulan ini sudah selesai, kalau tidak ada sanggahan kita akan segera buat SPK (surat perintah kerja). Sehingga pertengahan Juni sudah bisa dikerjakan dan akhir November diharapkan pekerjaan sudah selesai,” katanya.
Pembangunan fisik jalan tembus ini akan diawali dengan pembuatan saluran di kanan kiri jalan. Pagu anggarannya Rp 14 miliar. Jalan yang direncanakan akan dibuat sepanjang 750 meter dengan lebar 20 meter tersebut, nantinya diharapkan dapat menjadi pengurai kepadatan lalu lintas di Jalan Majapahit.
Sukardi menjelaskan, sebelumnya dalam DED (Detail Engineering Design) sebelumnya, program yang dikerjakan dengan anggaran sekitar Rp 14 miliar itu, dialokasikan untuk pembuatan jalan (aspal) dan saluran. Namun Dinas Bina Marga kemudian mengalihkan anggaran tersebut untuk program pembangunan saluran dan oprit jembatan lebih dulu.
”Perhitungan kami kalau jalan sudah dibuat, kemudian baru membuat saluran, maka akan merusak jalan yang sudah terbangun. Jadi, kita ubah dengan mengutamakan pembuatan saluran dan oprit jembatan dulu. Kita buat saluran di sepanjang sisi kanan dan kiri jalan tembus dan opritnya. Kemudian pembangunan atau pengaspalan jalan kita alokasikan di anggaran berikutnya,” terang Sukardi.
Terpisah, Ketua DPRD Kota Semarang Wiwin Subiyono berharap proses pembangunan fisik jalan tembus bisa segera terealisasi. Karena proyek tersebut sudah lama direncanakan dan terus molor.
”Jangan sampai molor lagi, karena pembangunan jalan tembus ini sudah direncanakan sejak lama. Apalagi kondisi lalu lintas di Jalan Majapahit sudah krodit di saat jam-jam tertentu. Kami berharap pengerjaannya juga bisa selesai sesuai target,” tandasnya. (zal/aro/ce1)

Tinggalkan Komentar: