Perampas Bersajam Ditembak di Tempat

BARUSARI — Para pelaku perampasan yang sudah meresahkan masyarakat, akan langsung ditembak di tempat oleh Jajaran Sat Reskrim Polrestabes Semarang. Sikap tegas ini diambil, karena pelaku perampasan kian sadis dan tidak segan membacok korban dalam menjalankan kejahatannya.
”Kami akan menembak para perampas bersajam yang sudah meresahkan dan sadis dalam beraksi. Ini upaya kami untuk menekan angka kriminalitas,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardianto.
Meski begitu, Wika menambahkan sudah ada prosedur untuk melakukan penembakan pelaku kejahatan. Toh nyatanya sikap tegas ini bukan hanya sebatas ancaman. Buktinya Sat Reskrim Polrestabes Semarang sebelumnya menembak dua perampas bersajam yang kerap beraksi di Kota Atlas. Adalah Didit Rifkiawan, 22, warga Boyolali dan Rahmadinata, 21, warga Layur, Semarang Utara. Keduanya menjadi perampas pertama yang mendapatkan hadiah timah panas. ”Keduanya melawan saat hendak ditangkap, terpaksa dilumpuhkan. Mereka sadis, karena selalu membacok dan menodong airsoft gun,” imbuhnya.
Pelaku perampas bersajam ini biasanya beraksi di tengah kegelapan malam. Mereka tidak segan-segan membacok korban, jika tidak menyerahkan barang miliknya. Kebanyakan, dari sejumlah pelaku yang tertangkap, mereka acapkali mengonsumsi miras atau pil trihex sebelum beraksi. ”Dalam kondisi setengah mabuk itu, mereka mencari sasaran. Pengakuan itu untuk menambah keberanian,” tambahnya.
Koordinator Indonesia Police Watch (IPW) Jawa Tengah, Untung Budiarso berharap Polrestabes Semarang harus bertindak tegas menyikapi aksi perampas bersajam. Ia meminta agar pelaku perampas bersajam ditembak di tempat. Sebab, keberadaannya sudah sangat meresahkan dan menjadi teror. ”Pelaku sangat sadis, karena kerap membacok korban. Menurut saya, langsung saja ditembak. Ini untuk memberikan shock terapi,” tegasnya.
Untung cukup merasakan kondisi Kota Semarang sudah tidak begitu nyaman. Ketika masyarakat hendak keluar malam selalu dibayang-bayangi pelaku perampasan di jalanan. Mirisnya, pelaku perampas tidak segan membacok korbannya. ”Ini cukup menakutkan. Petugas harus bertindak tegas untuk memberikan rasa keamanan dan kenyamanan dalam masyarakat,” tambahnya. (fth/ida/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here