Penipuan CPNS Belum Terungkap

9

BARUSARI – Sepanjang Januari-Mei 2014, setidaknya ada delapan orang melapor menjadi korban penipuan dengan modus penerimaan pegawai negeri sipil (CPNS) ke Mapolrestabes Semarang. Hingga saat ini, belum satupun kasus yang berhasil diungkap. Satreskrim Polrestabes Semarang berjanji akan membongkar dan mengusut kasus tersebut. Termasuk jika ada keterlibatan oknum PNS yang menjadi calo CPNS, bakal ditindak tegas.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota besar (Kasatreskrim Polrestabes) Semarang AKBP Wika Hardianto mengaku masih mendalami kasus tersebut. Dari delapan kasus, sebagian besar sudah digarap dengan memintai keterangan saksi dan mengumpulkan alat bukti. Ia menegaskan, polisi tidak akan tinggal diam menyikapi maraknya aksi penipuan modus CPNS di Kota Atlas. “Sudah digarap oleh anggota. Memang kasus penipuan CPNS ini mulai banyak dilaporkan,” katanya.
Wika menambahkan, dari analisa yang didapatkan, modus penipuan ini sama. Pelaku menjanjikan bisa memasukkan keluarga korban menjadi CPNS asalkan memberikan sejumlah uang. Begitu uang diserahkan, pelaku biasanya kabur. “Biasanya pelaku dan korban sudah saling kenal atau dikenalkan oleh rekannya. Ini yang masih kami dalami,” imbuhnya.
Satreskrim Polrestabes Semarang berjanji akan mengusut tuntas. Ia menegaskan tidak akan pandang bulu, baik pelaku warga biasa atau PNS. Diakui dari sejumlah laporan, korban mengatakan jika yang menjanjikan bisa masuk CPNS merupakan oknum PNS. “Jika nanti memang benar pelaku merupakan oknum PNS, bisa kami jerat dengan pasal gratifikasi. Sesuai UU 20/2001 setiap gratifikasi yang diperoleh pegawai negeri atau penyelenggara negara dianggap suap. Ancamannya dipidana penjara seumur hidup atau pidana penjara maksimal 20 tahun,” tambahnya.
Wika mengimbau masyarakat tidak gampang percaya, kepada orang yang menjanjikan masuk CPNS. Alangkah baiknya jika mengikuti prosedur yang ditentukan. “Modus penipuan selalu beragam, masyarakat pun harus terus waspada,” tambahnya.
Terakhir penipuan modus masuk CPNS dialami Tugiman, 59, warga Jalan Sidoasih V1 No 12 Tlogosari Semarang. Ia tertipu Rp 30 juta saat hendak memasukkan anaknya menjadi CPNS di Semarang. Penipuan bermula ketika ada pendaftaran masuk CPNS 2013. Tugiman tertarik lantas mendaftarkan anaknya. “Saya dikenalkan kepada Sg, katanya bisa membantu memasukan CPNS tanpa melalui tes sekalipun,” akunya.
Tugiman kemudian menyiapkan dana Rp 30 juta yang oleh terlapor akan digunakan biaya administrasi. Setelah uang diserahkan, ternyata tidak ada kepastian diterima CPNS. Terlapor bahkan terus menghindar saat diminta pertanggungjawaban. “Saya percaya, karena omongannya meyakinkan. Tidak tahunya malah tertipu,” tambahnya. (fth/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here