Mau Tapi malu

137

Tanya dr Andi:

Saya baru menikah 4 bulan ini. Saya ingin berhubungan hampir tiap hari, tapi suami sering kecapekan pulang kerja, sehabis makan malam, sering ketiduran. Saya sungkan kalau minta duluan. Saya berusaha untuk memancing-mancing gairah suami, tapi seringkali ia sudah ketiduran. Memang ia cepat sekali keluar sperma, kurang dari 1 menit sudah keluar. Tapi saya tidak masalah, lama-lama saya pikir apakah ini penyebab suami jadi malas berhubungan dan seakan-akan menghindar dari saya. Katanya pengantin baru inginnya tiap hari, tapi suami saya kok malas. Apa sebabnya dok. Terima kasih dr Andi.
(Ny. Mh di Smg)

Jawab dr Andi:

Memang biasanya pengantin baru inginnya sering melakukan hubungan intim, tapi bila kerjanya terlalu capek juga frekuensinya berkurang dengan sendirinya. Untuk pertama kali jangan negative thinking dulu, tanyakan saja apakah suami benar capek dan ingin tidur dulu. Bila ia ingin tidur dulu, tawarkan kepada suami untuk dipijat punggungnya barang sebentar saja. Dari situ mungkin suami mulai ada hasrat untuk bercinta dengan anda. Bila belum, tunggulah sampai suami tidur dan istirahat cukup dan paginya bisa berhubungan intim.
Bila suami mudah capek, mungkin ia kurang bugar, usahakan meluangkan waktu untuk berolahraga seminggu 3-5 kali selama 0,5 jam- 1 jam. Bila mungkin, anda menemani suami olahraga.
Bila dicoba untuk berhubungan tapi suami cepat sekali keluar, mungkin ia mengalami ejakulasi dini. Ini wajar pada pengantin yang baru nikah 3-6 bulan. Tapi bila berlanjut terus, maka perlu dicari solusinya. Penyebab dari ejakulasi dini bisa karena fungsi neurotransmitter kurang baik, yang disebut zat serotonin. Hal ini bisa disebabkan karena ketidakseimbangan hormonal, gangguan pada kelenjar prostat, gangguan pada pembuluh darah dan saraf yang menuju ke penis. Bila dibawa ke dokter, akan dilakukan pemeriksaan yang mencari penyebabnya. Ini bisa diobati dengan obat yang memperbaiki keseimbangan hormonal, mengurangi risiko penyumbatan pembuluh darah serta perbaikan bila ada kebocoran pembuluh darah.
Bila ada faktor risiko seperti penyakit diabetes melitus, hipertensi serta tingginya kadar kolesterol, maka diberikan juga pengobatan untuk memperbaiki kadar gula darah, tensi, serta menormalkan kadar kolesterol.
Dalam hal komunikasi, perlu dicoba dan dibiasakan membicarakan hal-hal yang penting bersama dengan suami. Mulailah dengan keterbukaan tentang teman di pekerjaan, masalah keuangan, keluarga, ayah ibu dan saudara-saudara, lalu berlanjut ke masalah seksual dan relasi suami istri. Ini perlu dibiasakan sejak muda, jangan sampai nanti sudah tua baru memulai keterbukaan ini.
Gairah seksual pria dan wanita sebetulnya sama saja, orang yang sehat biasanya memiliki gairah yang normal juga. Wajarlah bila pada usia pernikahan baru beberapa bulan, ada gairah yang timbul tiap hari, baik pada wanita maupun pria. Bila itu dirasa perlu dan diinginkan, cobalah untuk memulai bicara dengan suami.
Bila perlu berobat ke dokter, ajaklah suami dan jangan sampai ia merasa malu dan rendah diri karenanya. Masalah seksual bisa dialami tua maupun muda, oleh sebab itu segeralah diatasi berdua. (*/ton)