Lebaran, Pembangunan Jalan Belum Rampung

24

GROBOGAN – Proyek pembangunan jalan provinsi Semarang-Blora yang melintasi Kabupaten Grobogan dipastikan belum bisa rampung pada akhir Juli atau sebelum Lebaran. Sebab, dari proyek jalan yang digarap oleh kontraktor sampai Juli, diprediksi baru sekitar 65 persen.
”Pengerjaannya diperkiraan selesai setelah Juli. Sesuai jadwal kontraknya sampai 10 Oktober,” kata Kepala Balai Pelaksana Teknis (BPT) Bina Marga Jateng Wilayah Purwodadi, Barkah Widiharsono kemarin.
Dijelaskan, untuk proyek pembetonan jalan di Kabupaten Grobogan ada delapan titik yang ditangani oleh PT Bina Marga Jateng Wilayah Purwodadi. Delapan titik tersebut di antaranya adalah ruas Jalan Raya Purwodadi-Semarang di Godong dan Putat sepanjang 1,34 kilometer, Purwodadi-Solo di Geyer sepanjang 1,69 kilometer, Purwodadi-Kudus di Klambu sepanjang 1,7 kilomter, Purwodadi-Blora di Wirosari dan Kunduran sepanjang 3,1 kilometer, dan Jalan Raya Kradenan-Galeh sepanjang 1,06 kilomter.
Untuk anggaran pengerjaan jalan, lanjut Barkah, dianggarkan sebesar Rp 51,4 miliar yang dimulai sejak Maret lalu. Dari delapan titik jalan yang diperbaiki tersebut, diperkirakan hanya ruas Jalan Raya Purwodadi-Semarang dan Puwodadi-Kudus yang selesai sebelum Lebaran atau sebelum usai masa kontrak. ”Saya meminta agar nanti saat H-7 hingga H+7 seluruh proyek diberhentikan. Artinya, sisi jalan yang belum selesai, dikerjakan setelah H+7 atau sesudah arus balik,” pinta Barkah.
Sementara itu, Kasatlantas AKP Arianto Salkery mengatakan, H-7 dan H+7 Lebaran nanti, jalur Semarang-Purwodadi-Blora dan sebaliknya dijadikan jalur alternatif, karena volume kendaraan di Pantura dari Semarang menuju Jawa Timur (Jatim) lewat Demak-Kudus-Pati-Rembang-Tuban dan sebaliknya cukup padat. ”Sehingga diharapkan jalur alternatif Semarang-Purwodadi-Blora menuju Jatim dan sebaliknya tidak terjadi kemacetan akibat adanya perbaikan jalan,” kata Kasatlantas AKP Arianto Salkery.
Kasatlantas mejelaskan, selama proses perbaikan, arus lalulintas dilakukan sistem buka tutup untuk mengurai kemacetan. ”Sistem buka tutup jalan untuk membantu pihak pelaksana proyek agar jalan bisa lancar dan sebelum Lebaran bisa selesai,” ujar kasatlantas. (mun/lin/jpnn/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here