Blusukan Kenalkan Line Dance

14

SAMPANGAN — Tarian line dance  tak harus dilakukan secara berpasangan layaknya berdansa. Tapi, bisa juga dilakukan sendirian.  Line dance sendiri diyakini bisa meningkatkan daya ingat, menyehatkan, serta bisa memunculkan daya kreativitas. ”Line dance sangat menyehatkan badan,” kata Maria Magdalena Endang Sri Lestari yang belakangan getol memopulerkan line dance di kampung-kampung.
Salah satu instruktur line dance, Lucky Budi Setyawan, mengakui, tarian mirip dansa ini di Kota Semarang memang baru booming pada akhir tahun lalu. Baginya, line dance relatif lebih mudah ketimbang dansa. Sebab, pada dansa, tantangan yang dihadapi setiap pasangan relatif lebih besar. Kalau salah satu atau kedua penari dansa salah langkah, maka akan terjadi tabrakan atau saling injak.
”Minimal gerakannya akan terlihat kacau. Sehingga orang yang tak mengerti dansa pun akan tahu kalau ada penari yang salah,” ujar Lucky Budi Setyawan saat tampil di Jalan Lamongan, Sampangan, Minggu (25/5).
Namun pada line dance yang dilakukan sendirian, jika ada penari yang salah langkah tidak begitu kelihatan. Karena biasanya line dance diikuti banyak peserta dengan posisi berderet atau berbaris. ”Untuk itu, kenapa disebut dengan line dance, karena dilakukan secara berbaris atau berjajar,” jelasnya.
Lucky mengaku, untuk perkumpulan line dance di Kota Semarang sampai saat ini baru ada 5 kelompok. Tetapi, kalau jumlah orang yang mengikuti sudah banyak. ”Jumlahnya sekitar ratusan orang, tetapi kalau kelompoknya belum begitu banyak,” ungkapnya.
Diakui, selama ini line dance banyak digemari kalangan menengah ke atas. Karena tarian ini biasanya digelar di hotel berbintang. ”Tetapi, untuk saat ini kami berusaha mengenalkan kepada masyarakat tingkat menengah ke bawah, kami blusukan ke kampung-kampung,” akunya.
Dikatakan, gerakan line dance sangat mudah. Yang terpenting, kata dia, gerakan kakinya langkah 4, sedangkan untuk gerakan tangannya bebas. ”Yang terpenting adalah gerakan kakinya bukan tangannya. Kalau tangannya itu bisa gerakan apa saja,” katanya.
Untuk iringan musiknya, menurut Lucky, bisa dengan irama chacha, dangdut, jazz, dangdut maupun musik blues. ”Semua irama musik bisa untuk mengiringi line dance,” ujarnya.
Endang Sri Lestari menambahkan, untuk memopulerkan line dance, ia menggelar latihan bersama di kampung-kampung. Seperti di Klipang, Lamongan, Banjardowo, Ngaliyan, serta beberapa kampung lainnya di Kota Semarang. ”Sudah ada beberapa kampung di Kota Semarang yang telah kami beri pelatihan line dance dengan event menari bersama. Harapannya, dengan kegiatan ini, warga bisa rutin melakukan line dance sehingga bisa menyehatkan badan,” harapnya. (hid/aro/ce1)

BAGIKAN
Berita sebelumyaSupi'i Pimpin PASI Jateng
Berita berikutnyaFokus Make Up Artis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here