KAJEN-Puluhan korban bencana puting beliung mempersoalkan bantuan Bantuan Wakil Bupati (Wabup) Pekalongan, Fadia Arafiq, berupa beras dan mi instan. Pasalnya, bantuan tersebut dinilai jauh dari harapan warga. Warga lebih membutuhkan bahan bangunan atau kain terpal yang terbuat dari plastik untuk menutupi atap rumah, dari terpaan hujan dan panas.
Korban bencana itu berjumlah sekitar 62 warga yang berasal dari tiga desa di Kabupaten Pekalongan, yakni Desa Bondansari, Kecamatan Wiradesa; Desa Yosorejo Kecamatan Siwalan; Desa Tengeng Kulon, Kecamatan Sragi.
Sopiah, 52, warga Desa Bondansari, Kecamatan Wiradesa mengungkapkan bahwa kedatangan Wabup Fadia Arafiq tidak membantu meringankan musibah yang menimpa dirinya. ”Saya membutuhkan bantuan material atau uang untuk kembali membangun rumah yang roboh,” kata Sopiah.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Desa Bondansari, Was’ud. Menurutnya, 12 warga Desa Bondansari yang mengalami musibah angin puting beliung lebih membutuhkan bahan material atau uang untuk membangun rumah.
”Ada 2 warga yang rumahnya rusak berat, yakni Bu Sopiah dan Pak Wahyono. Keduanya lebih butuh bahan bangunan atau uang untuk membangun rumahnya, karena kondisinya nyaris rata dengan tanah,” kata Was’ud, Sabtu (24/5) siang kemarin.
Was’ud menandaskan bahwa pihaknya telah membuat surat permohonan bantuan, kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, berupa permohonan material bahan bangunan atau uang dengan rincian Rp 20 juta untuk warga yang menderita rusak parah. ”Sampai sekarang belum ada respon dari BPBD. Padahal sudah hampir 3 minggu dari kejadian bencana puting beliung,” tandas Was’ud.
Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Bambang Jatmiko, menjelaskan bahwa BPBD sudah mengajukan usulan kepada BPBD pusat terkait adanya bencana angin puting beliung di Kabupaten Pekalongan. (thd/ida)