1.448 Pengendara Ditilang

13

KARANGAYU — Kesadaran tertib berlalu lintas di Kota Atlas masih perlu ditingkatkan. Terbukti, dalam operasi Simpatik Candi 2014 yang digelar selama tujuh hari, sedikitnya 4.451 pengendara sepeda motor ditindak. Dari jumlah itu, 1.448 pengendara dikenai tilang, sedangkan sisanya 3.003 pengendara lainnya mendapatkan teguran simpatik. Tindakan tilang diberlakukan bagi pengendara yang berpotensi terjadinya kecelakaan di jalanan.
Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Windro Akbar mengatakan, operasi simpatik digelar mulai 19 Mei sampai 8 Juni mendatang. Sasaran utama adalah para pengendara yang tidak tertib berlalu lintas di jalanan. Pihaknya, memberikan peringatan tegas sebagai upaya menertibkan berlalu lintas. ”Dari jumlah itu, sebanyak 300 pengendara melawan arus dan tidak memakai helm,” katanya.
Windro menegaskan, dalam operasi simpatik, lebih ditekankan pendidikan budaya tertib berlalu lintas. Yakni, 40 persen pre-emtif, 40 persen preventif, dan 20 persen penegakan hukum. Selama sepekan operasi, lanjut dia, terjadi 6 kasus kecelakaan dengan korban meninggal dunia satu orang.
”Untuk penegakan hukum, diberlakukan bagi pengendara yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, misalnya. pengendara yang melawan arus lalu lintas,” ujarnya.
Dikatakan, bagi pengendara anak-anak yang tidak memiliki SIM, tidak ada toleransi dan pasti akan ditindak tegas. Penindakan dilakukan karena akan berpotensi memicu kecelakaan. Karena anak kecil, secara psikologis masih labil dan belum boleh menggunakan kendaraan sendiri.
”Penindakan tegas diberlakukan bagi pelanggar yang memincu kecelakaan. Seperti tidak mengenakan helm, anak di bawah umur dan melawan arus,” tambah Karo Ops Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Yayuk Sulaemi.
Aparat Satlantas Polrestabes Semarang juga menindak bentor dan kereta kelinci yang kerap beroperasi di Kota Atlas. Dua kendaraan jenis itu dilarang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan merupakan kendaraan yang tidak laik jalan. ”Kereta kelinci dan bentor bisa memincu kecelakaan dan membahayakan. Kami akan menindak tegas,” katanya. (fth/aro/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here