BATANG—Truk pengangkut pupuk urea bersubsidi bernopol AD 1772 BE, Jum’at (23/5) sore kemarin, terguling di Jalan Raya Alas Roban, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang.
Akibatnya, semua muatan truk berserakan di badan jalan. Sejumlah warga memanfaatkan kecelakaan itu, dengan menjarah pupuk.
Tak ada korban jiwa dalam kemacetan itu. Yang pasti, terjadi kemacetan panjang, sejauh 5 kilometer. Kondisi badan truk melintang di tengah jalan. Sedianya, pupuk itu akan dibawa ke Cilegon, Banten.
Andrea, 33, sopir truk warga Sambiroto RT 11/ RW 05, Kecamatan Tembalang, Semarang, mengatakan, kejadian bermula ketika truknya tiba-tiba oleng ke kanan. Hal itu terjadi, setelah ia disalib oleh truk lain. Andrea mengaku terkejut dan kaget, saat truk tronton menyalip dari arah kanan, tanpa memberi tanda.
Andrea mengakui, beban muatan yang melebihi tonase, menjadi salah satu sebab terjadinya kecelakaan tersebut. Menurut dia, sejak berangkat dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, kendaraan sering miring ke kanan dan sulit dikendalikan.
Rosikin, 51, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, yang ikut menjarah pupuk urea bersubsidi mengaku ikut-ikutan. Sebab, banyak warga lain yang melakukan hal serupa.
”Saya dapat 10 kilogram lebih, lumayan bisa buat saya pakai sendiri,” kata Rosikin yang dibenarkan Yayat, rekannya.
Yayat juga menjarah pupuk urea bersubsidi, lebih dari 50 kilogram. Ia akan menjual pupuk itu, dengan harga murah.
Kasatlantas Polres Batang AKP Imam Syafi’i langsung mengamankan pupuk urea yang sempat dijarah warga. Menurut dia, sebelum kejadian, bak truk juga sempat robek, sehingga pupuk urea banyak yang tercecer dijalan. ”Mestinya pengemudi mengecek dulu kondisi kendaraan,” tegas AKP Imam Syafi’i yang sibuk mengatur lalu lintas. (thd/isk)