SEMARANG – Sepekan menjalani pemusatan latihan, timnas basket putri U-18 masih harus membenahi beberapa sektor teknis mereka. Hal tersebut terlihat jelas saat melakoni laga uji coba melawan timnas putri senior di GOR Sahabat, Kamis (22/5).
Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah sang arsitek Julisa Moertutyana menjelang bergulirnya 1st SEABA Championship U-18 for Women pada 26-29 Mei di tempat yang sama. Timnas U-18 menyerah 25-72. ”Kami masih mencari bentuk permainan yang pas. Pemain masih takut untuk bermain keras. Saya sengaja beruji coba dengan tim senior agar mental mereka teruji. Terlihat mereka masih ragu dan bingung ketika berhadapan dengan tim yang bermain cepat dan sedikit keras,” jelas Julisa usai uji coba.
Ia mengakui persiapan sangat mepet, namun ia tak mau beralasan untuk tidak membentuk tim yang solid. Julisa akan berusaha keras membentuk karakter permainan yang cepat dan efisien di sisa waktu yang ada. Di sisi lain, mental pemain akan ia perbaiki agar lebih berani bermain keras. ”Pemahaman strategi juga terus kami genjot. Pemain masih terlihat kurang berani berimprovisasi di lapangan dan terlihat seperti robot hanya menjalankan pakem yang diberikan saja. Permainan basket memerlukan logika dan improvisasi,” tandas mantan pelatih timnas putri U-16 itu.
Sementara persoalan sama terjadi dikubu timnas putri senior yang akan turun di 8th Seaba Championship for Women yang juga berlangsung di GOR Sahabat, 26-29 Mei. Asisten pelatih Bambang Asianto pribadi mengatakan, pada kejuaraan tersebut pihaknya menurunkan pemain muda. ”Ada enam pemain baru di tim kami. Di SEABA nanti kami minus Hanum, Marjorice, Wulan, dan Yulian. Skuad yang berbeda memerlukan adaptasi sedangkan waktu yang ada sangat mepet. Tapi apapun keadaan kami tetap memaksimalkan latihan ini,” ujar Bambang. (bas/smu)