Status Gunung Merapi Diturunkan

Didesak Perbaiki Jalur Evakuasi

MUNGKID– Status Gunung Merapi yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Jogjakarta akhirnya dievaluasi setelah aktivitasnya menurun. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) akhirnya menetapkan status Merapi dalam posisi aktif normal.     
Kepala BPPTKG, Subandriyo mengatakan penurunan itu berdasarkan evaluasi menyeluruh yang dilakukan pihaknya.  “Berdasarkan hasil evaluasi hari ini (kemarin), dari aktivitas kegempaan sudah relatif menurun dari semua jenis gempa. Deformasi tidak tampak adanya inflasi, dan sudah beberapa hari yang lalu dentuman gemuruh sudah tidak terjadi lagi,” kata dia, kemarin.       
Di sejumlah pos pengamatan juga tidak merekam adanya dentuman dan gemuruh lava. Seismograf juga menunjukkan tingkat kegempaan menurun.  “Sehingga disimpulkan aktivitas Merapi dalam kondisi normal, tingkat status waspada menjadi normal,” kata Subandriyo.       
Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan meskipun turun menjadi normal pendakian ke Gunung Merapi tetap tidak diperbolehkan sampai ke puncak. “Pendakian hanya boleh hingga Pasar Bubrah (2.500 m dpl),” kata dia.
Selain itu, dia juga berharap jajaran relawan dan pemerintah kabupaten tetap menjaga kewaspadaan. “Harus selalu berkoordinasi,” katanya.     
BNPB jug mengimbau kepada pemerintah kabupaten di wilayah Gunung Merapi segera memperbaiki jalur evakuasi yang rusak akibat penambangan pasir. “Libatkan  masyarakat secara gotong royong,” harap dia.       
Sementara itu, perbaikan permanen sejumlah jalur evakuasi di Kabupaten Magelang, baru akan dimulai pada Juli mendatang. Sejauh ini, jalur-jalur tersebut baru sebatas ditangani dengan upaya perbaikan sementara.       
“Upaya perbaikan sementara yang kami laku adalah menutup lubang dengan pasir serta batu, dan sebagian lubang-lubang lainnya langsung ditambal,” ujar Kepala Seksi Jalan Dinas Pekerjaan Umum, Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Magelang, Wahyudi Purwantoro, kemain.       
Perbaikan permanen jalur-jalur evakuasi tersebut baru bisa dilaksanakan pada bulan Juli karena Pemkab Magelang masih harus menunggu dan menempuh proses lelang.       
Jalur evakuasi yang saat ini sudah diperbaiki adalan jalan Muntilan, Kecamatan Muntilan hingga Talun, Kecamatan Dukun. Dari jalan sepanjang delapan kilometer tersebut, jalan sepanjang empat kilometer diperbaiki dengan cara ditambal, dan lubang-lubang di empat kilometer sisanya ditutup dengan pasir serta batu.
Penutupan dengan pasir dan batu juga sudah dilakukan di jalur sepanjang empat kilometer yang sekaligus menghubungkan antara Desa Mangunsuko hingga Desa Krinjing, Kecamatan Dukun. Selain itu, penambalan jalan juga sudah dilakukan di jalan Desa Kalibening, Kecamatan Dukun.       
Perbaikan jalan secara non permanen. saat ini juga tengah dilakukan di tiga ruas jalan di Kecamatan Srumbung dan Salam. Di Kecamatan Srumbung, perbaikan jalan dilakukan di jalur Krakitan-Jerukagung, sepanjang 3,6 kilometer, dan Tegalsari-Srumbung, sepanjang dua kilometer.       
Di Kecamatan Salam, penambalan lubang dilakukan di jalur sepanjang tiga kilometer di jalur Gulon-Salamsari. Di Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, terdapat dua jalur evakuasi yang rusak yaitu jalur sepanjang satu kilometer antara Dusun Bojong-Gemer, dan jalur sepanjang satu kilometer antara Dusun Baturngisor-Kembang. Dua Kerusakan jalan baru sebatas dicek, upaya penanganan baru akan dijadwalkan.       
Tidak hanya jalan, perbaikan permanen jembatan Kepil yang menjadi jalur evakuasi utama Desa Babadan, Kecamatan Dukun, yang sekaligus juga mengubungkannya dengan Desa Paten, baru akan dilaksanakan Juli mendatang. (vie/lis)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here