SALATIGA — Karya sastra Indonesia yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, menjadi salah satu bukti diakuinya karya sastrawan Indonesia oleh negara lain. Itu menunjukkan bahwa karya sastra Indonesia, mampu masuk ke dalam lingkaran sastra dunia.
Hal itu mengemuka dalam diskusi dengan sastrawan wanita Indonesia, NH. Dini, dalam acara Open House Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), kemarin.
”Kehadiran sastra Indonesia di kancah internasional juga bisa dilihat dengan adanya buku- buku Sastra Indonesia di perpustakaan universitas mancanegara,” tutur NH Dini. Mahasiswa, lanjut dia, tidak hanya bergilir membaca karya sastra Indonesia.
Banyak juga yang mempelajari dan mengupas buku tersebut untuk dijadikan bahan penulisan skripsi atau disertasi. ”Hasilnya, tidak sedikit ahli-ahli bahasa atau sastra Indonesia yang berkebangsaan asing dan bergelar doktor,” kata Dini.
Menurut novelis yang beberapa karyanya sudah diterjemahkan ke bahasa asing itu, sastra selalu terkandung pemikiran serta gagasan.
”Seringkali, sastra merupakan cermin masyarakat di mana si pengarang berpijak. Maka dengan sendirinya, sastra Indonesia merupakan salah satu jembatan penghubung antar-bangsa.”
Selain memaparkan kedudukan sastra Indonesia di kancah dunia, Dini juga membagikan tip menulis kepada peserta. Ia berpendapat, makanan jasmani dan otak penting untuk menghasilkan karya sastra yang berkualitas. (sas/isk/ce1)