RS Pelita Anugerah Jadi Mitra Trauma Centre

286

MRANGGEN–Rumah Sakit (RS) Pelita Anugerah Mranggen ditunjuk sebagai mitra Trauma Centre oleh BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang I. Trauma Centre sendiri adalah adalah pusat pelayanan dan penanggulangan kecelakaan kerja di rumah sakit penyelenggara yang berfungsi untuk meningkatkan pelayanan perawatan dan pengobatan dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) bagi tenaga kerja peserta program BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami kecelakaan kerja atau penyakit yang timbul karena hubungan kerja.
“Jadi, dengan adanya Trauma Centre di RS Pelita Anugerah ini, peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami kecelakaan kerja bisa langsung ditangani tanpa harus membayar. Karena nanti yang mengurus semua klaim adalah pihak rumah sakit. Tenaga kerja dan perusahaannya hanya menyiapkan kelengkapan persyaratan admisnistrasi saja,” jelas Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang I, Ninuk Tri Hatmani saat penandatanganan kerja sama BPJS Ketenagakerjaan dengan RS Pelita Anugerah, Jumat (23/5).
Hadir dalam acara itu, Direktur RS Pelita Anugerah dr Hestu Waluyo MKes, Kabid Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang I, Muflikhah, serta 10 perwakilan perusahaan di sekitar Mranggen dan Semarang Timur.
Dijelaskan, saat ini diwilayah Semarang I sudah lima rumah sakit yang ditunjuk sebagai pusat Trauma Centre, yakni RS Tugurejo, RSUD Ketileng, RST Bhakti Wira Utama, RS Permata Medika dan RS Pelita Anugerah. BPJS Ketenakerjaan Semarang I sendiri membawahi wilayah Kendal, Kota Semarang dan Grobogan dengan jumlah perusahaan mencapai 3.200. Sedangkan karyawan yang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan kurang lebih 202 ribu orang.
“Rencananya, semua rumah sakit di tiga wilayah ini akan ditunjuk sebagai mitra Trauma Centre. Tentu saja, kami perlu melakukan pemantauan, verifikasi, dan melewati tahapan-tahapan sebelum rumah sakit tersebut ditunjuk sebagai Trauma Centre,” ujar wanita berhijab ini.
Selain rumah sakit, pihaknya juga akan menunjuk beberapa klinik sebagai mitra Trauma Centre awal. Namun sejauh ini baru ada satu yang tengah dipantau, dan sebentar lagi ditetapkan sebagai Trauma Centre. “Trauma Centre di klinik ini bisa melayani tenaga kerja yang mengalami kecelakaan kerja ringan. Misalnya, luka lecet,” katanya.
Sedangkan penunjukkan RS Pelita Anugerah sebagai mitra Trauma Centre, menurut Nunuk, selain sudah memenuhi persyaratan, juga lantaran di sekitar rumah sakit terdapat sedikitnya 26 perusahaan dengan tenaga kerja yang berjumlah ribuan orang. “Jadi, RS Pelita Anugerah kami tunjuk sebagai gatekeeper wilayah timur. Untuk wilayah barat, yang jadi gatekeeper RS Permata Medika di Ngaliyan. Kalau wilayah tengah sudah banyak rumah sakit,” ujarnya.
Direktur RS Pelita Anugerah dr Hestu Waluyo MKes mengatakan, rumah sakit yang dipimpinnya sudah menjalin kerja sama dengan PT Jamsostek (sebelum diganti BPJS Ketenagakerjaan, Red) sejak 2002. Sehingga dengan adanya Trauma Centre di rumah sakitnya diharapkan akan lebih memudahkan pelayanan terhadap pasien, khususnya yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. (hm/aro)