Pemilik Airsoft Gun Diburu

89

BARUSARI — Satreskrim Polrestabes Semarang terus menelusuri pemilik airsoft gun yang disewa tersangka perampas jalanan Didit Rifkiawan, 22, warga Boyolali dan Rahmadinata, 21, warga Layur, Semarang Utara. Kuat dugaan, keduanya merupakan pelaku perampas lintas kota yang kerap beraksi di Jateng.
”Masih terus kami telusuri, dari mana airsoft gun disewa. Apakah hanya untuk Didit atau jaringan perampas lain,” kata Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Wika Hardianto.
Didit dan Rahmadinata dibekuk Unit Resmob Polrestabes Semarang di sebuah rumah kos Kampung Dempel, Semarang Timur pada Rabu (21/5) lalu. Keduanya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan saat akan ditangkap. Setidaknya mereka sudah beraksi di 6 tempat berbeda di Semarang. ”Hampir semua korban dibacok dan ditodong airsoft gun. Mereka kelompok lama yang sudah sering meresahkan masyarakat,” imbuhnya.
Wika menambahkan, penelusuran pemilik airsoft gun untuk mengetahui jaringan pelaku. Sebab, bisa saja mereka merupakan kelompok jaringan lintas kota yang kerap beraksi dengan senpi tersebut. ”Ini juga untuk menelusuri, Didit Cs merupakan jaringan mana. Apakah hanya sewa, atau memang sudah mengetahui untuk perampasan. Jika terbukti terlibat, langsung ditindak,” tegasnya.
Selain itu, petugas Resmob Polrestabes Semarang memburu tiga pelaku lain. ”Identitas tiga pelaku lain sudah dikantongi, anggota masih melakukan pengejaran,” tambahnya.
Dari pemeriksaan, Didit dan Rahmadinata sudah beberapa kali beraksi di Kota Atlas. Di antaranya di Jalan Arteri Soekarno Hatta, Jalan Imam Bonjol, Jalan Setiabudi Tanjakan Gombel, kawasan PRPP Jawa Tengah, serta Jalan Hasanudin. ”Biasanya beraksi bareng dengan menakuti pakai airsoft gun. Jika melawan ya langsung dibacok,” aku Didit.
Didit mengaku airsoft gun disewa dari temannya di Jogjakarta senilai Rp 2 juta untuk seminggu. Kemudian ia membeli dengan menambah uang Rp 1 juta. Dengan empat rekannya, ia sering merampas pengendara motor di jalan. ”Tidak punya pekerjaan, karena terdesak akhirnya merampas. Itu senjata hanya untuk menakuti,” tambahnya. (fth/ton/ce1)

Tinggalkan Komentar: