Ayah-Kakek Juga Meninggal Hanyut

MUNGKID– Selang sehari, identitas pria yang ditemukan mengambang di Kali Progo tepatnya di Desa Sambeng Kecamatan Borobudur akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama  Ahmad Ihwanudin, pelajar kelas 1 Madrasah Aliyah Ma’arif Borobudur Kabupaten Magelang.       
Entah kebetulan atau tidak. Ayahnya, Nur Rohmad dan kakeknya juga meninggal akibat tenggelam di sungai saat mandi.  Menurut keterangan yang dihimpun koran ini, korban diketahui hilang sejak Selasa (20/5). Dia memang dikenal senang menyendiri di tepi sungai. “Korban selama ini tinggal di  pondok pesantren di Dusun Kelon, Desa Borobudur,” kata Kapolsek Borobudur AKP Maryadi, kemarin.       
“Tidak ada identitas yang kami temukan di tubuh korban. Ia suka menyendiri di sungai,” kata Maryadi. Sementara itu, kepastian identitas korban ini diketahui setelah pihak keluarga korban mengecek kondisi jenazah di RSU Muntilan. Awalnya mereka sempat tidak yakin jika korban hanyut tersebut adalah Ihwanudin. Pasalnya, kondisi jenazah sudah rusak dan baju yang dikenakan juga penuh lumpur.       
Namun setelah baju korban dibersihkan pihak keluarga yakin bahwa korban adalah Ahmad Ihwanudin. “Korban kemudian dibawa pulang dan dimakamkan Jumat sore sekitar pukul 14.30,” kata Wiyatmo, salah satu tetangga korban.
Wiyatmo mengatakan korban Ahmad Ihwanudin merupakan warga Dusun Senden RT 02 RW 1, Desa Bumiharjo, Kecamatan Borobudur. Anehnya, ayah korban, Nur Rohmad juga meninggal dunia akibat hanyut di Kali Tangsi. “Ayah korban habis mencari rumput kemudian mandi di sungai hanyut dan meninggal. Kakek korban juga sama,” kata Wiyatmo.       
Seperti diketahui, Suparitanto, 30, warga Dusun Gleyoran, Desa Sambeng Kecamatan Borobudur menemukan jenazah korban hanyut pada Kamis (22/5) sore sekitar pukul 15.00. Korban kemudian dievakuasi tim SAR bersama PMI dan para relawan. “Saat ditemukan, kepala korban agak terbenam di air, sehingga tidak terlihat secara jelas,” kata  Nur Fanani, salah satu relawan dari Linang Sayang Communication.   
Setelah mayat dievakusi dengan perahu, kemudian dibawa ke RSU Muntilan guna pemeriksaan. Dari pemeriksaan dokter RSU diketahui tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan maupun luka di tubuh korban. (vie/lis)