KEMBANGSARI – Keragaman suku, identitas, budaya lokal dan religi merupakan sumber daya hidup bangsa Indonesia. Indonesia secara kultural akan terus hidup sepanjang masyarakat terus menjaga keragaman tersebut.
”Ketika jalan politik pada titik ekstremnya sudah membuat sesama warga dipecah-belah sebagai kerumunan musuh atau lawan di kelompok ’mereka’ dan sebagai kawan di kelompok ’kami’, maka jalan budaya menjadi renung jalan rekonsialisasinya apabila keragaman dijaga dan dihormati,” tutur budayawan sekaligus dosen Universitas Indonesia (UI) Mudji Sutrisno dalam seminar nasional ’Strategi Kebudayaan dalam Memperkokoh Kohesivitas Kehidupan Berbangsa menuju Indonesia Bersatu’ di Hotel Gumaya, Kamis (22/5).
Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (Undip) Prof Sudharto P. Hadi mengatakan, kampus menjadi lembaga strategis menyemai nilai-nilai kebangsaan.
”Internalisasi nilai-nilai kebangsaan bisa melalui tematik mata kuliah Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar. Dosen dapat memberikan pesan-pesan melalui mata kuliah yang diampu. Juga bisa melalui berbagai forum seperti diskusi, lokakarya wawasan kebangsaan, pendidikan karakter, KKN, rusunawa atau asrama,” katanya.
Menurutnya, perguruan tinggi adalah lembaga pendidikan, ajang untuk olah pikir, olah rasa, olah hati dan olah raga. Dengan keempat olah tersebut diharapkan lulusan perguruan tinggi bukan hanya cerdas, tetapi juga humanis dan memiliki kepedulian dengan badan dan jiwa yang sehat. (mg1/ton/ce1)