Kejati Kaji Penerapan Pasal Suap

34

Kasus Penipuan Bupati Sragen
 
PLEBURAN – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng mengakui adanya wacana perubahan jeratan pasal terhadap tersangka kasus dugaan penipuan dengan tersangka Bupati Sragen Agus Fatchurrahman ke pasal tindak pidana korupsi (Tipikor). Hal tersebut didasarkan kepada temuan penyidik.
Wakil Kepala Kejati Jateng Ali Mukartono menjelaskan, mengubah pasal dalam penyidikan kasus tindak pidana umum ke tindak pidana korupsi sangat dimungkinkan. Misalnya dalam penyidikan diketahui kapan yang bersangkutan menerima uang, apakah saat menjadi bupati atau belum. ”Meski begitu, sejauh ini belum ada perubahan. Baru ada petunjuk ke penyidik untuk selanjutnya berkesimpulan. Tapi memang ada petunjuk dari jaksa,” ungkapnya kepada wartawan, kemarin.
Hingga kini, pihaknya masih menunggu pelimpahan berikutnya setelah berkas penyidikan dikembalikan ke penyidik Polda Jateng karena belum lengkap. ”Sejauh ini masih sebatas memberikan petunjuk. Dengan begitu akan menentukan statusnya. Semua arahannya terbuka, tergantung penyidik. Kami tidak mau mendahului,” bebernya.
Sementara itu, Muhammad Taufik selaku kuasa hukum pelapor Agus Bambang Haryanto, menyatakan telah menduga adanya upaya pembelokan substansi kasus ke ranah tipikor kategori suap. Atas hal itu, ia berencana mengadukan Kejati Jateng kepada Komisi Kejaksaan. ”Jika jeratan pasal diubah menjadi tindak pidana penyuapan, nantinya pemberi dan penerima sama-sama akan menjadi tersangka,” ungkapnya.
Seperti diketahui, pada 7 Maret 2013 lalu, Agus Fatchurrahman dilaporkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sukoharjo, Agus Bambang Haryanto ke Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah. Laporan tersebut terkait kekecewaan Bambang karena batal menjadi Sekretaris Daerah Kabupaten Sragen sebagaimana dijanjikan Agus.
Bambang mengaku sudah memberi uang Rp 800 juta sebagai bentuk bantuan untuk pemenangan Agus pada Pemilihan Kepala Daerah 2011. Padahal uang tersebut merupakan hasil penjualan tanah dan rumah di Semarang. Hingga Agus dilantik, janji tersebut tidak terealisasi. Pada saat Bambang menagih janji Agus, justru Agus mengembalikan uang Rp 750 juta kepada Bambang. Merasa ditipu, Bambang kemudian melaporkannya ke Polda Jateng. Saat ini, penanganan kasus masih pada tahap pemberkasan. (fai/ton/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here