Jembatan Jlegong Membahayakan

30

WONOSOBO –  Kerusakan jembatan di Kampung Jlegong, Kelurahan Pagerkukuh, semakin mengerikan. Jembatan dengan panjang sekitar 25 meter itu berlubang menganga cukup besar. Kondisi ini membahayakan untuk pengguna jalan. Apalagi volume pengguna jalan ini cukup tinggi sebagai penyambung jalan menuju kota dari Kelurahan Pagerkukuh dan Kelurahan Jlamprang dan Mudal.
Pantauan Radar Semarang Jembatan Jlegong di Kelurahan Pagerkukuh, terdapat sebuah lubang besar menganga di tengah jembatan. Sedang satu lagi lubang di ujung jembatan membuat pengendara yang melintas harus ekstra hati-hati.  
Di malam hari, penerangan di sekitar jembatan minim sehingga lebih membahayakan lagi. Bagi pengendara roda dua yang tak biasa melewati jalur tersebut, besar kemungkinan akan terperosok.
Seorang warga Hari , 35, asal Kelurahan Mudal, mengatakan, tiap hari dia memilih lewat jembatan tersebut untuk bekerja. Karena lebih dekat. Namun, belakangan mulai khawatir, karena kondisi kerusakan jembatan makin hari makin parah.
“Ketika pagi hari cukup padat dengan aktivitas anak-anak sekolah dan menjadi jalur penting bagi warga sekitar Kelurahan Jlamprang, Pagerkukuh dan Mudal, untuk mengakses Kota Wonosobo,”katanya.
Dikatakan, selain padat di pagi hari, kondisi gelap minim penerangan di malam hari juga sempat membuat beberapa pengendara roda dua terkejut. Bagi pengemudi sepeda motor, teperosok ke lubang besar tersebut, selain membahayakan diri, juga berpotensi merusak kendaraan.
“Kami berharap pemerintah bisa respons dengan kondisi jembatan, sebelum ada korban kecelakaan,” harapnya.
Hal senada disampaikan Eko P, warga Jlegong. Pihaknya sudah beberapa kali melakukan swadaya dengan warga lain untuk memperbaiki jembatan. Namun karena secara umum kondisi jembatan sudah buruk, setelah diperbaiki rusak lagi.
“Kami juga sudah usulkan untuk perbaikan, namun belum ada realiasi,”katanya.
Terpisah Kepala Bidang Bina Marga, DPU Kabupaten Wonosobo, Tejo Sudewo Prastiantoro mengaku telah melakukan monitoring langsung ke lapangan. Untuk keperluan perbaikan, pihaknya juga telah menyiapkan anggaran.
“Direncanakan, dalam tahun 2014 ini, perbaikan jembatan Jlegong akan dilaksanakan dengan skema bongkar total dan membuat jembatan baru,” jelasnya.
Penggantian jembatan, menurut Tejo dilakukan, mengingat kondisi jembatan yang sudah cukup tua. Padahal jembatan berada di jalur strategis bagi keperluan warga dari beberapa kelurahan menuju kota. “Tahun ini kami rencanakan untuk diperbaiki total,” pungkasnya. (ali/lis)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here