Gadaikan Motor, Debt Collector Dibui

89

GAYAMSARI – Apa yang dilakukan Sarmujiono, 48, warga Lingkungan Sukunir RT 4 RW 7, Bergas, Kabupaten Semarang sungguh keterlaluan. Ia diduga menggelapkan sepeda motor milik perusahaan. Alhasil, debt collector freelance di Suzuki Finance Jalan MT Haryono ini harus berurusan dengan aparat polisi. Sarmujiono ditangkap Unit Reskrim Polsek Gayamsari di rumahnya.
Dugaan penggelapan bermula ketika Sarmujiono mendapat tugas untuk menarik motor Suzuki Nex dari Suzuki Finance Jalan MT Haryono. Sebagai debt collector freelance ia langsung menjalankan tugas. Motor yang harus ditarik milik Suyatmi, warga Kalongan RT 3 RW 8, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang yang sudah tujuh bulan menunggak angsuran.
Februari 2014, ia berhasil menarik motor kreditan tersebut. Usai mendapatkan motor, bukan diserahkan ke pihak perusahaan, justru digunakan untuk keperluan pribadi. ”Saya butuh uang, jadi motor tidak diserahkan perusahaan. Apalagi konsumen juga menginginkan uang kembali,” aku Sarmujiono.
Berbekal dalih itu, Sarmujiono lantas menggadaikan motor pada seseorang bernama Munjitun, senilai Rp 1,8 juta. Uang Rp 1,3 juta diakuinya telah diserahkan kepada Suyatmi. Sedangkan sisanya Rp 500 ribu dihabiskan untuk kepentingan pribadi. ”Saya terpaksa melakukannya. Ini juga baru pertama kali,” imbuhnya berkilah.
Sarmujiono mengelak jika dikatakan menggelapkan motor perusahaan. Ia berdalih jika uang penggadaian diberikan konsumen yang memiliki motor. ”Saat saya tarik, orangnya minta ganti rugi. Karena tidak punya uang, akhirnya saya gadaikan motor,” tambahnya.
Kanitreskrim Polsek Gayamsari AKP Suharto mengatakan, Sarmujiono ditangkap setelah ada laporan dari Suzuki Finance. Berbekal itu, petugas menangkap pelaku di dekat rumahnya, Kamis (22/5) malam. ”Tersangka mendapat tugas untuk menarik motor yang nunggak. Setelah ditarik, justru digadaikan untuk keperluan sendiri,” katanya.
Tersangka saat ini masih mendekam di balik jeruji besi Mapolsek Gayamsari. Ia dijerat dengan pasal 372 KHUP tentang penggelapan. ”Tersangka hanya debt collector freelance di perusahaan itu,” tambahnya. (fth/ton/ce1)

Tinggalkan Komentar: