Eks GM Perumnas Dituntut 1,5 Tahun

103

MANYARAN – Mantan General Manager (GM) Perum Perumnas Regional V (BUMN) Jateng-DIJ, Sunardi dituntut pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan terkait dugaan korupsi pengadaan rumah bersubsidi Griya Lawu Asri (GLA) Karanganyar tahun 2007-2008. Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah Slamet Widodo menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar dakwaan alternatif pertama. Yakni pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan diganti menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001.
”Selain pidana badan, terdakwa juga dituntut membayar denda sebesar Rp 50 subsider tiga bulan kurungan,” ungkapnya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Kamis (22/5).
Jaksa menilai, terdakwa telah menerima gratifikasi berupa uang pelicin sebesar Rp 485 juta sebagai imbal jasa kepengurusan perumahan. Uang tersebut dengan rincian Rp 340 juta berasal dari Fransiska Riyana Sari (ketua KSU Sejahtera 2007) dan sisanya berasal dari Budi Raharjo (Ketua KSU Sejahtera 2006). ”Penerimaan uang tersebut diakui terdakwa untuk biaya operasional penyambutan dan peresmian perumahan GLA oleh Presiden RI,” imbuhnya.
Dalam pertimbangannya, jaksa mengacu kepada hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Hal yang memberatkan adalah perbuatan terdakwa merupakan kejahatan extra ordinary yang harus diberantas oleh pemerintah. Adapun hal-hal yang meringankan adalah terdakwa bersikap sopan, mempunyai tanggungan anak dan istri serta belum pernah dihukum sebelumnya. ”Terdakwa juga telah mengembalikan kerugian negara,” imbuhnya.
Menanggapi tuntutan tersebut, terdakwa yang terakhir menjabat sebagai Direktur Korporasi dan Pertanahan Perumnas itu merasa tidak keberatan. Meski begitu ia bersama penasihat hukumnya akan mengajukan nota pembelaan secara tertulis pada persidangan selanjutnya. (fai/ton/ce1)

Tinggalkan Komentar: