SEMARANG – Para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Semarang mendapat angin segar. Dewan Kerajinan Dunia (World Craft Council Asia Pasific) berinisiatif untuk memfasilitasi sekaligus memasarkan produk unik serta kreatif dari para pelaku UMKM ke pasar luar negeri.
Wakil Ketua Dewan Kerajinan Dunia, Dr Kevin Murray mengatakan, hasil dari perajin Indonesia unik dan memiliki kekhasan sendiri. Sehingga dinilai akan laris di pasar luar negeri. Hanya saja memang perlu lebih dikemas dengan menarik. ”Kami akan bantu membukakan pasar produk Semarang ke mancanegara. Akan dijelaskan bagaimana mencari dan mendapatkan peluang bisnis di luar negeri. Termasuk mendampingi dalam pembuatan desain yang bisa diterima di pasar luar negeri,” ujarnya dalam seminar internasional Batik Development and Craft Export di Kampoeng Semarang, kemarin (23/5).
Menurutnya, dengan memfasilitasi UMKM Semarang tak hanya mendatangkan keuntungan secara finansial bagi para pelaku usaha, namun ke depan dengan produk-produk yang dihasilkan tersebut juga bisa membangun negerinya sendiri. 
Hal senada juga diungkapkan oleh Dekan Fakultas Batik Universitas Pekalongan, Zahir Widadi SS MHum. Menurutnya peluang ekspor batik dan kerajinan dari Indonesia terbuka lebar, karena di dunia hanya 15 negara yang memiliki batik dan itu termasuk Indonesia. 
Kendati demikian masih ada sejumlah kendala untuk melakukan upaya itu, antara lain regulasi yang belum ada. (dna/ric/ce1)